Langkah Pemkot Bandung Memperluas Edukasi Mitigasi Bencana

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 16:18 WIB
Pemkot Bandung berharap, semua langkah ini dapat memperluas edukasi mitigasi bencana. Salah satunya dengan mengandalkan FPRB. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Pemkot Bandung berharap, semua langkah ini dapat memperluas edukasi mitigasi bencana. Salah satunya dengan mengandalkan FPRB. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

Pemkot Bandung berharap, semua langkah ini dapat memperluas edukasi mitigasi bencana.

REGOL, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng komunitas relawan dan para pakar yang tergabung di Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) untuk mengedukasi masyarakat perihal mitigasi kebencanaan. 

Wali Kota Bandung Oded M. Danial berharap, kehadiran FPRB mampu memperluas jangkauan Pemkot Bandung dalam edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
 
Tujuan utamanya, agar kesadaran masyarakat terhadap potensi kebencanaan bisa semakin terbuka.
 
"Tentu saya berharap ketika forum sudah dikukuhkan, mereka menjadi mitra kerja dengan Pemkot Bandung dalam urusan bencana. Bisa membantu memitigasi bencana, dalam konteks pencegahaannya," ujar Oded di Pendopo Kota Bandung pada Kamis, 30 September 2021.
 
Menurut dia, setiap potensi bencana bisa datang secara tiba-tiba.
 
Namun risiko dampak yang lebih besar dapat diminimalisir apabila masyarakat sudah paham terhadap langkah penanganannya.
 
"Kita harus mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat. Agar masyarakat bisa siap siaga menghadapi bencana. Itu yang dikedepankan," ucapnya. 
 
Oded juga berharap, FPRB bisa berperan aktif bekerja sama dengan Pemkot Bandung melalui Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) untuk senantiasa terjun ke tengah-tengah masyarakat.
 
"Tugas pokok fungsi forum ini di antaranya memberi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat," ujar dia. 
 
Sementara itu, Ketua FPRB Trio Meirdiano menyatakan, langkah edukasi mitigasi bencana sangat penting untuk mengurangi dampak.
 
FPRB ini pun mewadahi banyak Sumber Daya Manusia (SDM) dari berbagai disiplin keahlian.
 
"Jadi FPRB tergabung di beberapa komunitas. Saat musyawarah pertama pada 22 September lalu, ada 35 komunitas dari segala unsur. Kita bermain di segala instrumen, mengingat mengurangi risiko ini sangat penting," kata Trio.
 
Menurutnya, FPRB ini 75 persen muatannya berkenaan dengan kajian-kajian tentang berbagai potensi kebencanaan. Kemudian 25 persen sisanya, yakni praktek dan survei di lapangan.
 
Sambung dia, perlu pemahaman di tengah masyarakat bahwa mitigasi kebencanaan bukan hanya terkait kondisi alam. Namun, turut dipengaruhi oleh perilaku manusia yang juga berkontribusi terhadap potensi terjadinya bencana.
 
 
"Ketika stigma masyarakat mendengar bencana, itu alam. Padahal sosial juga faktor utama terjadinya bencana. Kita harus diperbaiki lagi agar lebih fokus menjaga semua bencana," ucapnya.
 
Pemkot Bandung pun berharap, semua langkah ini dapat memperluas edukasi mitigasi bencana. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X