Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Bandung Diminta Selesai pada 2024

- Kamis, 30 September 2021 | 15:25 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta Bupati Bandung mengentaskan kemiskinan dalam dua tahun kedepan.  Abdul Halim mengatakan, Kabupate (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta Bupati Bandung mengentaskan kemiskinan dalam dua tahun kedepan. Abdul Halim mengatakan, Kabupate (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta Bupati Bandung mengentaskan kemiskinan dalam dua tahun kedepan.

Abdul Halim mengatakan, Kabupaten Bandung merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa Barat, bahkan kedua terbesar setelah Kabupaten Cianjur.

"Kabupaten Bandung itu merupakan daerah padat penduduk. Dengan 3,7 juta penduduk, tentu masyarakat miskinnya juga banyak," ujar Abdul Halim saat mengunjungi Rumah Dinas Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kamis 30 September 2021.

Baca Juga: Eks Karyawan: PT KAI Selalu Berkelit dan Ingkar Janji

Tingkat kemiskinan ekstrem Kabupaten Bandung mencapai 2,6% atau 93.480 jiwa. Dia berharap masalah tersebut bisa diselesaikan dalam beberapa tahun kedepan.

"Saya berharap Kabupaten Bandung menjadi kabupaten utama yang menopang kesuksesan target presiden 2024 bisa terbebas dari miskin ekstrem," ujarnya.

Untuk menyelesaikan kemiskinan lanjut Abdul Halim, harus dilakukan sedetail mungkin dengan cara mencatat masyarakt miskin sampai ke daerah terjauh.

Baca Juga: Tak Ditemukan Klaster, PTM Sekolah di KBB Terus Bertambah

"Menyelesaikan masalah kemniskinan harus jelas orangnya. Bagaimana rumahnya, lingkungannya, sanitasinya. Harus selesai by name by adress," katanya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Ali Sadikin Diusulkan Jadi Nama Tol Cisumdawu

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:37 WIB

Perbedaan SPBU, Pertashop, dan Pertamini

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:59 WIB
X