Curhat Eks Karyawan KAI, Kantor Dimewahkan, Tunjangan Pensiun Dipersulit

- Rabu, 29 September 2021 | 09:10 WIB
Eks Karyawan PT KAI unjuk rasa. (dok. PT KAI)
Eks Karyawan PT KAI unjuk rasa. (dok. PT KAI)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Eks karyawan PT KAI mengaku sakit hati atas perlakuan manajemen PT KAI. Mereka menyentil efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan BUMN tersebut dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan Selasa, 28 September 2021, kemarin.

"Ada hal yang membuat kami sakit hati, karena efisiensi karena perintah Menteri BUMN Erick Thohir, padahal kantornya dimewah-mewahkan hingga memakan Rp 5 miliar, kami (tunjangan para pensiunan) Rp 1,5 M saja tidak bisa karena alasannya efisiensi," ujar Ketua Perkumpulan Persaudaraan Pensiunan PT KAI eks Perum Agus Dwi Wuryanto, Selasa, 28 September 2021.

Ia menuturkan, para pesiunan PT KAI terpaksa harus membiayai kesehatannya sendiri. Hal tersebut karena PT KAI tak lagi membayarkan tunjangan BPJS Kesehatan bagi mereka.

Baca Juga: Eks Karyawan PT KAI Demo, Ini Tuntutannya

"Semua sesuai amanat yang telah disepakati di dalam Perjanjian Kerja Bersama dan juga diatur dalam pasal 87 UU 19 Tahun 2003, tentang BUMN," ungkap dia.

"Teman-teman kami yang sakit stroke dan lain sebagainya harus berobat sendiri, padahal kewajiban negara berdasarkan UU harus membayar," katanya.

Menurut Agus, ada tiga tunjangan yang tak kunjung dibayarkan oleh manajemen PT KAI. Tunjangan-tunjangan itu tak kunjung diberikan mulai 2020.

"Tunjangan kesehatan tidak dibayarkan sejak dua tahun lalu, termasuk gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya," kata Agus.

Ia mengatakan, puluhan orang yang tergabung dalam Perkumpulan Persaudaran Pensiunan KAI (P2KA) telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat PT KAI di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X