Eks Karyawan PT KAI Demo, Ini Tuntutannya

- Selasa, 28 September 2021 | 15:12 WIB
Ilustrasi karyawan PT KAI; Persaudaran Pensiunan KAI atau esk karyawan PT KAI menggelar aksi unjuk rasa atau menggelar aksi demo di depan Kantor Pusat PT KAI. (ayocirebon.com/Erika Lia)
Ilustrasi karyawan PT KAI; Persaudaran Pensiunan KAI atau esk karyawan PT KAI menggelar aksi unjuk rasa atau menggelar aksi demo di depan Kantor Pusat PT KAI. (ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan orang yang tergabung dalam Perkumpulan Persaudaran Pensiunan KAI atau esk karyawan PT KAI menggelar aksi unjuk rasa atau menggelar aksi demo di depan Kantor Pusat PT KAI di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung. Mereka menuntut pihak manajemen membayarkan hak tunjangan kesehatan, hari raya dan gaji ke-13.

Ketua Perkumpulan Persaudaraan Pensiunan PT KAI eks Perum Agus Dwi Wuryanto mengatakan, ketiga tunjangan itu rutin dibayarkan oleh menajemen PT KAI kepada seluruh pensiunan. Tetapi, memasuki tahun 2020 tunjangan-tunjangan itu tak kunjung diberikan.

"Tunjangan kesehatan tidak dibayarkan sejak dua tahun lalu, termasuk gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya," kata Agus di sela aksi, Selasa, 28 September 2021.

Baca Juga: 5 Ciri Orang Cerdas dan Jenius, Kamu Termasuk?

"Hari ini kita lakukan aksi perlawanan karena kesehatan anggota dan pensiunan, 3.000 orang, belum juga dibayarkan. Dan teman-teman tidak mendapatkan tunjangan.
Padahal berdasarkan perjanjian kerja bersama, menulis kewajiban untuk kesehatan diselenggarakan pusat," bebernya.

Menurut Agus, karena tunjangan BPJS Kesehatan tak lagi dibayarkan, otomatis para pensiunan ini harus membiayai kesehatannya sendiri.

"Padahal semua sesuai amanat yang telah disepakati di dalam Perjanjian Kerja Bersama dan juga diatur dalam pasal 87 UU 19 Tahun 2003, tentang BUMN," ucapnya.

Agus mengaku pihaknya sempat melakukan mediasi bersama dengan Direktur SDM PT KAI tetapi belum membuahkan hasil.

"Ada hal yang membuat kami sakit hati, karena efisiensi karena perintah Menteri BUMN Erick Thohir, padahal kantornya dimewah-mewahkan hingga memakan Rp 5 miliar, kami (tunjangan para pensiunan) Rp 1,5 M saja tidak bisa karena alasannya efisiensi," ujar Agus.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal Sholat Bandung Hari Ini 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 04:00 WIB

Cantiknya Warna Warni Mural di Babakan Siliwangi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:23 WIB

Kebakaran di Pagarsih Hanguskan Lima Rumah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:41 WIB

Update Covid-19 Bandung, Kasus Tersisa 102

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:30 WIB
X