Mural dan Sketching Berpotensi jadi Daya Tarik Wisata Kota

- Senin, 27 September 2021 | 22:17 WIB
Webinar Unpad Tourism Day 2021, Senin 27 September 2021.
Webinar Unpad Tourism Day 2021, Senin 27 September 2021.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Industri pariwisata adalah salah satu industri yang paling terdampak pandemi Covid-19. Oleh karenanya, banyak potensi wisata di suatu wilayah yang perlu digali dan dihidupkan kembali agar terus dapat bergeliat seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial.

Salah satu potensi wisata yang dapat dimaksimalkan di suatu wilayah adalah wisata kota atau urban tourism. Kemunculan mural dan sketching di berbagai sudut kota dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri baik bagi wisatawan maupun penduduk lokal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Mural Bandung, Alga Indria. Dia menyebut mural dapat menjadi salah satu peluang yang menarik dalam wisata perkotaan. Menurutnya, mural bukan hanya sekedar menggambar di dinding tapi juga untuk memberikan rasa kepemilikan dari masyarakat melalui wisata perkotaan.

"Urban Eco-Wellness Tourism sebagai kegiatan kepariwisataan yang memanfaatkan fasilitas pendukung kota di dalam kawasan. Pemanfaatan ruang publik ini dapat digunakan kegiatan wisata di perkotaan," kata Alga dalam webinar Unpad Tourism Day 2021, Senin 27 September 2021.

Mural dan Sketching di Kota Bandung

Salah satu daya tarik wisata di Kota Bandung yang melalui karya mural adalah Kampung Cibunut di kawasan Kebon Pisang, Kota Bandung. Alga berpartisipasi dalam membuat mural di sembilan RT dalam satu RW di kawasan tersebut.

"Di sana bukan hanya untuk sekedar menggambar saja, kami membuat tematik sendiri di setiap RT, sehingga ketika ada orang yang bertanya RT 3 dimana maka mudah diarahkan, cari saja warna merah misalnya," kata Alga.

Sosial media, lanjut Alga, tidak lepas dari ketertarikan pengunjung untuk datang ke tempat yang memiliki mural. Dia mencontohkan bagaimana mural yang sempat viral beberapa waktu lalu justru terkenal di media sosial.

"Jadi jangan sepelekan sosial media karena memang itu jadi promosi terbaik bagi mural. Orang mungkin tidak tahu ada mural di daerah tertentu tanpa ada promosi di media sosial," lanjut Alga.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X