Awal Oktober 2021 Mulai Musim Hujan, Warga Bandung Raya Diimbau Waspada

- Sabtu, 25 September 2021 | 14:55 WIB
Ilustrasi hujan lebat saat cuaca ekstrem. (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi hujan lebat saat cuaca ekstrem. (Pixabay/PublicDomainPictures)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Bandung memprediksi Bandung Raya akan mengalami musim hujan pada Awal Oktober 2021. 

Kepala BMKG Kota Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan, Bandung Raya sudah memasuki musim peralihan (pancaroba) pada Dasarian II September 2021 hingga awal Dasarian I Oktober 2021.
 
Kondisi curah hujan pada pancaroba ini diprediksi akan mengalami peningkatan intensitasnya dari kondisi normal.
 
"Sifat musim hujan wilayah Bandung Raya diprediksi bersifat Atas Normal (AN). Potensi peningkatan curah hujan yang terjadi, diprediksi dapat mencapai antara 20 persen 40 persen lebih tinggi dari kondisi normal," ujar Teguh dalam keterangannya, Sabtu, 25 September 2021.
 
Kondisi sifat hujan bersifat AN, lanjut Teguh, akan memicu peningkatan potensi kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Bandung Raya.
 
Sebab, menurut catatan Teguh, Bandung Raya berada di dalam Cekungan Bandung. Cekungan Bandung sendiri dikelilingi oleh banyak gunung-gunung dan bukit dengan elevasi mencapai lebih dari 2.000 m di atas muka laut.
 
Kondisi demikian menyebabkan wilayah Bandung Raya memiliki potensi bencana hidrometeorologi terkait topografi seperti banjir dan tanah longsor.
 
"Selain itu masih ada potensi bencana lainya seperti hujan es dan angin kencang/puting beliung," jelasnya.
 
 
Tak lupa, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat khususnya Bandung Raya yang tinggal di wilayah perbukitan, sekitar DAS Citarum, dan bahkan perkotaan, diharap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian banjir, tanah longsor, hujan es, dan angin kencang/puting beliung.
 
"Bagi masyarakat yang berkepentingan mengunjungi kawasan Pesisir Selatan Jawa Barat, diharap selalu waspada dan berhati-hati karena potensi gelombang tinggi masih mungkin terjadi hingga satu minggu ke depan," tukasnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X