Kisah Diaspora Perempuan Jawa Barat di Eropa

- Jumat, 24 September 2021 | 18:07 WIB
[Ilustrasi perempuan] Inilah segenap kisah diaspora perempuan Jawa Barat di Eropa. Mereka bergerak di bidang yang positif dan membawa nama baik Indonesia. (Pixabay/StartupStockPhotos )
[Ilustrasi perempuan] Inilah segenap kisah diaspora perempuan Jawa Barat di Eropa. Mereka bergerak di bidang yang positif dan membawa nama baik Indonesia. (Pixabay/StartupStockPhotos )

Inilah segenap kisah diaspora perempuan Jawa Barat di Eropa. Mereka bergerak di bidang yang positif dan membawa nama baik Indonesia.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Setiap perempuan merupakan sosok yang hebat. Selain dituntut untuk menjaga stabilitas keluarga, perempuan juga bisa menjadi sosok yang sukses dan menginspirasi banyak orang.

Beberapa kisah diaspora perempuan ini diceritakan dalam webinar “Srikandi Diaspora Jawa Barat di Eropa”.

Atalia Praratya, Istri Gubernur Jawa Barat, mengatakan dia pernah tinggal di luar negeri ketika menemani suaminya mengenyam pendidikan tinggi.
 
Baginya, tidak mudah bagi perempuan yang berada di negeri orang lain. Terlebih lagi, dirinya tidak punya keterunan atau kerabat.
 
“Tinggal di luar negeri membuat seseorang lebih tangguh karena dituntut untuk membiasakan diri dengan budaya setempat. Karena itu, perempuan harus bisa beradaptasi di segala kondisi,” ujar Atalya di webinar Srikandi Diaspora Jawa Barat di Eropa, pada hari Jumat, 24 September 2021.
 
Dini. K. Massabuau, owner Surat Dunia, menambahkan, tantangan tinggal di luar negeri bagi para diaspora adalah bahasa, budaya, makanan, pekerjaan, dan spiritual.
 
Sebagai pendatang, maka wajib mengubah tantangan tersebut menjadi peluang. Caranya dengan mempelajari bahasa setempat sebagai gerbang komunikasi, ramah, gaul, kreatif dan mau bekerja.
 
“Kita harus tetap mempertahankan jati diri sebagai orang Indonesia tanpa merasa takut,” katanya.
 
Dini berpesan, perempuan yang tinggal di luar negeri harus pintar-pintar mencari komunitas atau asosiasi agar bisa mendapatkan informasi, teman baru, dan motivasi untuk tetap kuat hidup di luar negeri.
 
Sementara itu, Indohub e.V Founder Inna Herlina memaparkan diaspora yang tinggal di Jerman memiliki banyak keuntungan. Bagi pelajar, mereka bisa mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi.
 
Terlebih lagi, pelajar di Jerman juga mendapatkan beragam spesialisasi, pengembangan potensi pribadi, stabil secara ekonomi dan adanya hubungan erat antara teori dan praktik.
 
“Bagi pekerja, gaji di Jerman lumayan tinggi,” ujarnya.
 
Founder Findolainen, Dea Viinikainen, menuturkan pengalamannya ketika berbisnis di Finlandia.
 
Perusahaan yang dia rintis di tahun 2015 ini bergerak di bidang konsultan manajemen. Baginya, tantangan bisnis di sana adalah perpajakan dan sistem kerja.
 
Finlandia juga punya karakteristik pasar. Di sana, penentu utama pembelian adalah kualitas dan kepatuhan terhadap standar Eropa dianggap sebagai jaminan kualitas.
 
“Produk yang simpel, praktis, kemasan minimal dan menghargai lingkungan itu semakin banyak dikonsumsi dan diminati di Finlandia,” pesannya.
 
 
Sebagai penutup, Admin Manager LONZA AG, Windy Molin berpesan, peran perempuan dalam keluarga itu berbeda-beda.
 
Tidak semua perempuan mendapatkan kesempatan yang sama, apalagi bagi yang tinggal di luar negeri.
 
Itulah segenap kisah diaspora perempuan Jawa Barat di Eropa. Mereka bergerak di bidang yang positif dan membawa nama baik Indonesia. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal Sholat Bandung Hari Ini 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 04:00 WIB

Perahu Eretan Penyelamat Anak Sekolah di Majalaya

Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:57 WIB

Cantiknya Warna Warni Mural di Babakan Siliwangi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:23 WIB
X