Angklung Buhun Bandung Barat, Alat Musik Pengiring Ritual Ngamandian Goong Si Beser

- Jumat, 24 September 2021 | 14:38 WIB
Ngamandian Goong Si Beser dengan diiringi angklung buhun di Kampung Jajaway, Desa Nangerang, Kecamatan Cililin. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Ngamandian Goong Si Beser dengan diiringi angklung buhun di Kampung Jajaway, Desa Nangerang, Kecamatan Cililin. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki kekayaan wisata budaya yang melimpah. Salah satunya tradisi yang masih dilestarikan adalah Ngamandian Goong Si Beser di Kampung Jajaway, Desa Nangerang, Kecamatan Cililin.

Tradisi ini merupakan ritual meminta hujan tatkala kemarau panjang melanda. Biasanya upacara Ngamandian Goong ini diawali pawai membawa alat musik Goong Si Beser ke Mata air Tarengtong di Kawasan Desa Nangerang.

Setelah sampai di lokasi mata air, sesepuh akan memandikan gong tersebut, lalu alat musik itu ditabuh dengan beberapa pukulan. Kemudian, warga menggelar salat istisqa dan bermunajat meminta hujan. Upaya tersebut akan diakhiri dengan makan tumpeng bersama.

Baca Juga: Merawat Tradisi Memasak dengan Hawu: Punya Aroma Alami dan Rasa Khas

"Upacara ini digelar hanya saat kemarau panjang kalau melebihi 3-4 bulan tak hujan. Dengan ditabuhnya gong semoga hujan bisa segera turun," kata Tokoh Masyarakat Kampung Jajaway, Undang (45) saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ritual Ngamandian Goong Si Beser di Kampung Jajaway, Desa Nangerang, Kecamatan Cililin. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Menurut Undang, gong yang dimandikan dalam upacara tersebut merupakan gong khusus peninggalan sesepuh di kampung tersebut. Turun temurun Goong Si Beser tetap sama dan disimpan oleh sesepuh.

"Jadi gong-nya khusus dan diwariskan dari sesepuh. Gak bisa sembarangan mau mukulnya juga, harus upacara dulu," tambahnya.

Angklung Buhun Buncis 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X