Bahaya Mengancam Warga Cimahi selain Covid-19

- Kamis, 23 September 2021 | 18:40 WIB
Pelukis asal Kota Bandung, Andi Sopiandi melukis dinding rumah warga di Rw 05, Jalan Bapa Ampi, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis (29/10/2020). Mural tersebut berisikan kampanye edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan selalu tetap menjalankan program 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) untuk memutus matarantai penularan Covid-19. Selain itu, juga kampanye tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) kepada masyarakat. ((Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi))
Pelukis asal Kota Bandung, Andi Sopiandi melukis dinding rumah warga di Rw 05, Jalan Bapa Ampi, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis (29/10/2020). Mural tersebut berisikan kampanye edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan selalu tetap menjalankan program 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) untuk memutus matarantai penularan Covid-19. Selain itu, juga kampanye tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) kepada masyarakat. ((Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi))

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah Kota Cimahi meminta warga tak abai bahaya Demam Berdarah Dangue (DBD).

Pasalnya, di tengah wabah Covid-19, bukan tak mungkin penyakit yang berasal dari nyamuk aedes aegypti itu tetap berkembang. 

Apalagi saat ini musim peralihan kemarau ke musim hujan yang bisa memicu masifnya perkembangan nyamuk karena berpotensi banyak genangan air. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, hingga Agustus 2021 sudah ada 79 warga Kota Cimahi yang terinfeksi DBD. Dari puluhan kasus tersebut, 6 orang di antaranya meregang nyawa. 

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurahkman mengatakan, potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti saat musim peralihan ini biasanya meningkatkan. Di mana sumber virus dangue itu biasanya berkembang pada kubangan air. 

"Musim parlaihan kemarau ke hujan atau sebaliknya biasanya lebih banyak nyamuk dan kasus DBD meningkat dibanding musim kemarau panjang," kata ujar Romi, Kamis 23 September 2021. 

Dikatakan Romi, untuk mencegah kasus DBB di tengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya bersama petugas di lapangan terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap sebagai penyakit. Di antaranya demam berdarah. 

Apalagi, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya. 

"Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis," ungkapnya. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
X