Pemulihan Ekonomi, Jabar Gali Pengetahuan Pasar Ekspor

- Rabu, 22 September 2021 | 19:32 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Perluasan Pasar Ekspor dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai langkah pemulihan ekonomi masyarakat setelah terdampak pandemi Covid-19.

Tiongkok menjadi tujuan pasar ekspor tersebut.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun menggali informasi dari market intellegent di Tiongkok. Hal itu dilakukan agar potensi pasar di Tiongkok dapat dimanfaatkan para pelaku industri skala besar, menengah, dan UMKM di Jabar.

Ridwan Kamil mengatakan, "Seringkali problem di kami adalah kurangnya pengetahuan pasar yang kadang-kadang tidak kami pahami secara menyeluruh,” tuturnya.

"Dalam rangka memperluas pasar ekspor kami ingin melihat peluang-peluang apa saja yang bisa dikembangkan melalui informasi dari market intellegent," kata Kang Emil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung dalam Webinar "Menembus Raksasa Perdagangan Tiongkok, The Largest Marketplace in the World", yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Kamis (2/9/2021).

Dubes RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan, saat ini ada tiga sektor ekonomi potensial yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di Jabar agar produknya sesuai.

Pertama, bidang teknologi digital yang kini sedang berkembang pesat di Tiongkok."Transaksi mereka sudah 2,4 triliun US Dollar," katanya.

Kedua, kerja sama bidang kesehatan. Djauhari menyebut Jabar menjadi pusat kesehatan di Indonesia seperti produk vaksin, bahan baku obat dan alat kesehatan. "Ini kebanyakan berlokasi di Jabar," kata Djauhari.

Ketiga, kerja sama dari hulu sampai hilir di bidang tambang nikel. "Tentunya andalan Jabar lainnya yaitu kopi harus siap-siap untuk masuk ke pasar Tiongkok, terutama Java Preanger yang sudah lebih dulu masuk," ucap Djauhari.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X