Nyawa Terakhir Angkutan Delman Bandung Barat, Berderap Menuju Jurang Kepunahan

- Rabu, 22 September 2021 | 18:20 WIB
Angutan delam di Bandung Barat sudah memasuki era penghabisan. Dari total 150 delman pada tahun 90-an, kini jumlahnya tak lebih dari 20. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Angutan delam di Bandung Barat sudah memasuki era penghabisan. Dari total 150 delman pada tahun 90-an, kini jumlahnya tak lebih dari 20. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Angkutan delman di Bandung Barat sudah memasuki era penghabisan. Dari total 150 delman pada tahun 90-an, kini jumlahnya tak lebih dari 20 unit saja. 

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Endang (61) telah menghabiskan rokok keretek hampir setengah bungkus.

Sejak pagi mangkal di pertigaan Jalan Tagog Padalarang, Bandung Barat, delman miliknya belum dihampiri oleh penumpang. 

Mata hari telah berada tepat di atas kepala. Namun belum satu pun muatan ditarik delman milik Endang.

Ia tak mau menyerah, pekan ini pelajar mulai masuk sekolah.

Asa masih tersisa, tengah hari mungkin waktunya mereka pulang ke rumah. Ia Berharap ada satu-dua siswa SMP minta diantar ke daerah Kepuh atau Sudimampir. 

"Ya beginilah kita, penumpang makin sulit. Sejak pagi belum dapat muatan. Ini menunggu anak sekolah keluar, mudah-mudahan mau naik," kata Endang saat ditemui di pangkalan delman Tagogapu Padalarang, Rabu, 22 September 2021. 

Endang mulai menekuni profesi sebagai kusir delman sejak tahun 1989.

Menurutnya, di masa kejayaannya tahun 90-an, Delman dari pertigaan Tagog memiliki berbagai trayek seperti Tagog-Baloper, Tagog-Kepuh, Tagog-Sudimampir, hingga Tagogog-Cijeungjing. Pasar Tagog menjadi sentral lantaran di kawasan itu terdapat pasar. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X