Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Bisa Lewat Perpustakaan

- Rabu, 22 September 2021 | 15:39 WIB
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si seusai mengisi talkshow bertema 'Silih Tulungan Pemulihan Ekonomi Jabar' di Bandung TV, Rabu, 1 September 2021. (Humas Dispusipda)
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si seusai mengisi talkshow bertema 'Silih Tulungan Pemulihan Ekonomi Jabar' di Bandung TV, Rabu, 1 September 2021. (Humas Dispusipda)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kini perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan, meminjam, dan membaca buku saja, tapi juga sebagai tempat pelayanan berbagai program. Dari banyaknya buku-buku yang tersedia, ada banyak wawasan yang bisa pembaca dapatkan baik dalam bentuk ilmu, keterampilan, aktualisasi diri dan berbahasa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, wawasan yang pembaca dapatkan bisa meningkatkan taraf hidup yang lebih baik dari segi ekonomi. Beberapa perpustakaan di Jawa Barat sudah menyelenggarakan berbagai program seperti pelatihan ternak lele, ternak domba, keagamaan, dan posyandu.

“Perpustakaan sudah menjadi center of excellence. Peranan perpustakaan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat ini selaras dengan salah satu program unggulan Jawa Barat, yaitu one village one product,” ujarnya, Rabu, 22 September 2021, di acara webinar Peran Perpustakaan Desa/Kelurahan dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono menambahkan, perpustakaan memang bisa memberdayakan ekonomi masyarakat. Pada dasarnya, perpustakaan merupakan hak masyarakat baik itu yang tinggal di kota maupun di wilayah terpencil.

“Jika semua masyarakat mendapatkan akses membaca buku, maka tingkat literasi pun akan semakin tinggi. Literasi memiliki kontribusi positif dalam rangka mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial, menumbuhkan kreativitas dan inovasi serta meningkatkan keterampilan sosial,” katanya.

Dia memaparkan, peran perpustakaan dalam pembangunan sangat penting. Berdasarkan data dari perpustakaan Nasional tahun 2018, ada 164.610 perpustakaan di Indonesia. 47,79% diantaranya berada di Pulau Jawa. Adapun sebarannya antara lain 23,45% di Sumatera, 6,6% di Kalimantan, 11,52% di Sulawesi, 1,7% di Maluku, 8,4% Nusa Tenggara dan 0,4% Papua.

Saat ini, sebagian besar perpustakaan di desa dan kelurahan pun sudah dimodernisasi dari segi bagunan dan sarananya. Dengan begitu, para pembaca bisa lebih betah berlama-lama di perpustakaan. Selain itu, ada juga fasilitas Pojok Baca Digital (Pocadi) dengan berbagai konten seperti buku cetak, e-book, video dan audio.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI Adin Bondan menjelaskan, minat membaca masyarakat bisa didorong. Secara teknis, dorongan tersebut bisa distimulus dengan mempersiapkan buku atau konten literasi yang sesuai dengan kebutuhan pembaca.

Lalu, suasana juga berpengaruh. Karena itu, perpustakaan harus didesain dengan baik. Sebab, salah satu fungsi perpustakaan adalah rekreasi.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada, Ini Daerah Rawan Pohon Tumbang di Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Peserta PTM di Bandung yang Terpapar Covid Bertambah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Atlet Cemas Tak Dapat Kadeudeuh dari Pemkot Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:15 WIB

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X