Hari Jadi Kota Bandung ke-211, Masih Ada Warga Miskin Kesusahan dan Tak Dapat Bantuan

- Rabu, 22 September 2021 | 14:32 WIB
Potret kemiskinan di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Potret kemiskinan di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Persoalan kemiskinan di Kota Bandung masih menjadi masalah pelik. Beberapa waktu lalu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung bahkan menemukan rumah di gorong-gorong saat akan membersihkan endapan lumpur di Jalan Dr. Djunjunan pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, jumlah penduduk miskin di Kota Bandung pada Maret 2020 mencapai 100.020 orang. Angka ini bertambah sebanyak 15.350 orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2019 yang berjumlah 84.670 orang.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sosial mencatat setidaknya 59.700 orang berstatus warga miskin baru. Penambahan jumlah ini diakibatkan oleh dampak buruk pandemi Covid-19.

Baca Juga: Rumah di Belakang Kiara Artha Park Terbakar!

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Tono Rusdiantono mengatakan, jumlah warga miskin baru tersebut belum ada dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang jumlahnya mencapai 139.000-an.

"DTKS itu data yang benar-benar perubahannya sangat cepat. Saya sampaikan juga saat ini sasaran kami ialah yang non DTKS yang jumlahnya sebanyak 59.700 orang," ujarnya, Selasa, 7 September 2021.

Menurutnya, data jumlah warga miskin baru yang didapat ini benar-benar hasil dari usulan dan verifikasi oleh kewilayahan yang ada di Bandung.

Data tersebut menjadi acuan bahwa kemiskinan di Kota Bandung belum bisa terselesaikan dalam waktu dekat. Berbagai program pemerintah guna menekan pertumbuhan kemiskinan pun terus dilakukan.

Fakta di Lapangan

Tati (54), warga RT 05 RW 07, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

Tati (52), harus rela tinggal di pinggir sungai dengan kondisi tempat tinggal tidak layak huni. Rumah berukuran 2x3 meter itu nampak sesak meski hanya ditinggali oleh dirinya seorang. Tati mengaku sudah tinggal di lokasi ini sekitar 2 tahun.

Bangunan yang berlokasi di RT 05 RW 07 Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, ini merupakan hasil swadaya masyarakat sekitar yang digalang oleh ketua RW setempat. Listrik yang ia gunakan pun menyambung dari masjid di sebelah bangunannya.

Baca Juga: Kebakaran di Belakang Kiara Artha Park Bandung Hanguskan 10 Rumah

Tati tidak memiliki suami dan anak. Ia hidup sebatang kara di rumah sempit yang terpaksa didirikan di tanah pemerintah kota, mengingat ia tak memiliki lahan untuk membangun tempat tinggal.

Pekerjaan Tati sehari-hari hanyalah asisten rumah tangga yang digaji Rp50.000 per hari.Tati hanya dipekerjakan seminggu 2 kali oleh majikannya. Jadi dalam sebulan ia hanya mendapatkan Rp400.000.

"Kecil kalo untuk bayaran mah, bantuan pemerintah juga tidak dapat," ujar Tati kepada Ayobandung.com, Rabu, 22 September 2021.

Potret kemiskinan di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

Mamad Karyana, Ketua RW 07, mengatakan, Tati mendapatkan bantuan baru satu tahun lalu. Sedangkan untuk bantuan era Covid-19 Tati tidak mendapatkan.

Mamad memperjuangkan bantuan untuk warganya dengan mengajukan data warganya yang patut diberikan bantuan.

"Saya sudah memperjuangkan buat pengajuan data, namun ketika turun bantuan didapat untuk masyarakat yang lebih mampu. Sering warga mengadu ke saya, solusinya terkadang saya menggalang dana dengan masyarakat sekitar, ujar Mamad.

Menurut Mamad, penggalangan dana itu terkadang tidak cukup untuk membantu warga kurang mampu di daerahnya.

"Kadang saya sedih, ingin bisa membantu lebih. Tapi apa daya saya hanya bisa membantu semampunya," tambah Mamad.

Baca Juga: Penyebab Marak Boneka Pengemis di Bandung: Mereka Sebenarnya Malu Dikasihani

Mamad juga menjelaskan bangunan yang ditinggali oleh Tati inisiatif darinya.

"Bangunan ini juga swadaya warga, saya inisiatif untuk membuatkan bangunan di area ini meski banyak pro dan kontra," ucap Mamad.

Halaman:
1
2
3

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkes Catat 3.743 Kasus DBD Bandung Sepanjang 2021

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:45 WIB

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 21 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 05:00 WIB
X