Terbakar Cemburu, Pria di Bandung Barat Aniaya Istri hingga Meninggal Dunia

- Rabu, 22 September 2021 | 11:10 WIB
CD alias Dewa warga Kampung Bongkok, RT 03 RW 08, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tega menganiaya istrinya hingga meninggal dunia. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
CD alias Dewa warga Kampung Bongkok, RT 03 RW 08, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tega menganiaya istrinya hingga meninggal dunia. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Seorang pria berinisial CD alias Dewa warga Kampung Bongkok, RT 03 RW 08, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tega menganiaya istrinya hingga meninggal dunia. Diduga pelaku tersulut api cemburu.

Tindakan kekerasan rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Dewa terhadap istrinya bernama Nani Sudiani dilatarbelakangi cemburu usai ia melihat Nani pergi bersama laki-laki lain. Nani mendapat luka parah pada bagian dada, punggung, kaki, dan kepala bagian belakang.

"Kita berhasil menangkap pelaku KDRT. Ia menganiaya istrinya hingga meninggal dunia karena cemburu melihat pergi bersama laki-laki lain," kata Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Rabu 22 September 2021.

Baca Juga: Objek Wisata The Lodge Maribaya Lembang Buka, Protokol Kesehatan Jadi yang Utama

Yohannes mengatakan tindak KDRT itu terjadi pada Rabu, 15 September, 2021 pukul 20.00 WIB. Nani mendapat penyiksaan keji berupa pukulan tangan, besi, dan sundutan toko di beberapa bagian tubuhnya. Karena luka cukup parah Nani sempat dilarikan ke rumah sakit namun tidak tertolong.

"Menurut pengakuan pelaku tindakan kekerasan itu baru pertama kali dilakukan. Diawali dengan cekcok mulut dan berakhir tindakan penyiksaan," jelasnya.

Yohannes menjelaskan tersangka telah menikah sebanyak 7 kali. Saat melakukan tindak KDRT, tersangka melakukannya di depan istri-istri sirinya.

Baca Juga: Derita Nasib Buruh Bandung Barat, Kena PHK Tanpa Kejelasan

"Para istri tersangka sempat melerai penyiksaan itu, namun pelaku tak bergeming," tambahnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X