Banjir Kabupaten Bandung Disebabkan Perilaku Buruk Warga

- Selasa, 21 September 2021 | 21:12 WIB
Warga beraktivitas saat banjir menggenangi ruas jalan raya di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa, 25 Mei 2021. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Bandung Raya pada 24 Mei 2021 malam mengakibatkan debit air Sungai Citarum meluap serta merendam sedikitnya 4 kecamatan di Kabupaten Bandung dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Warga beraktivitas saat banjir menggenangi ruas jalan raya di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa, 25 Mei 2021. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Bandung Raya pada 24 Mei 2021 malam mengakibatkan debit air Sungai Citarum meluap serta merendam sedikitnya 4 kecamatan di Kabupaten Bandung dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

MARGAHAYU, AYOBANDUNG.COM — Tiga desa di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, menjadi langganan banjir ketika musim hujan.

Penyelesaian banjir itu tidak mudah. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, diperlukan rekayasa teknis.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Sayati, Margahayu Tengah dan Margahayu Selatan, diakibatkan oleh air Cikahiyang yang selalu meluap ketika hujan turun.

"Untuk menyelesaikan banjir di Cikahiyang ini diperlukan rekayasa teknis," ujar Dadang saat melakukan peninjauan sungai Cikahiyang, Selasa 21 September 2021.

Normalisasi sungai menjadi salah satu solusi penanganan banjir di Kecamatan Margahayu. Pasalnya sungai tersebut mengalami pendangkalan akibat sendimentasi, sehingga air kerap meluap ke pemumikan warga.

"Kolam retensi juga harus dibuat. Tapi harus dihitung dulu volume airnya, nanti akan saya bicarakan dengan BBWS," ujarnya.

Selain itu, Dadang juga mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Terlebih dibuang secara langsung ke sungai. Di sungai Cikahiyang terdapat banyak sampah yang diduga dibuang secara langsung ke sungai oleh masyarakat.

Baca Juga: Warga Beberkan Penyebab Andir Sering Banjir Lumpur

Sampah tersebut lambat laun akan memperparah sendimentasi dan berisiko menyumbat air sehingga menyebabkan banjir ketika musim hujan.

Dari pada membuang sampah secara langsung ke Sungai, Dadang berharap agar masyarakat bisa melakukan pemilahan dan sampah yang bernilai ekonomis, seperti ditabung ke bank sampah yang saat ini sudah banyak berdiri di Kabupaten Bandung. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X