Apa Kabar Tersangka Oknum Polisi Pungli di Pasar Induk Caringin?

- Selasa, 21 September 2021 | 20:26 WIB
[Ilustrasi uang rupiah] Satu bulan lebih lamanya kabar mengenai tersangka pungutan liar (pungli) di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, lenyap dari permukaan. (Pixabay/Mohamad Trilaksono )
[Ilustrasi uang rupiah] Satu bulan lebih lamanya kabar mengenai tersangka pungutan liar (pungli) di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, lenyap dari permukaan. (Pixabay/Mohamad Trilaksono )
BABAKAN CIPARAY, AYOBANDUNG.COM — Satu bulan lebih lamanya kabar mengenai tersangka pungutan liar (pungli) di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, lenyap dari permukaan.
 
Pungli ini terjadi pada 15 Agustus 2021 oleh seorang oknum polisi dan 12 petugas pasar.
 
Menanggapi hal itu, pakar Kriminologi Universitas Islam Bandung (Unisba) Nandang Sambas menegaskan, polisi mesti mengusut tuntas kasus pungli ini.
 
Menurutnya, orang-orang berseragam di luar sana masih banyak yang melakukan pungli.
 
"Harus ditindak lebih keras. Dalam teori hukum pidana, kalau pejabat tahu itu adalah pungli, maka itu sudah pemberatan. Bisa ditindak dengan disiplin kepegaiwan," ujar Nandang, 21 September 2021.
 
Pungli ini terjadi kepada seorang sopir truk. Ia bahkan menghabiskan uang kurang lebih Rp1 juta untuk petugas keamanan, preman pasar, dan oknum polisi.
 
Nandang menyebut, jika pungutan tersebut adalah resmi sebagaimana ketentuan pada Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, maka ada jaminan kebijakan mengenai uang yang dipungut, seperti apa pengelolaannya, dan tanggungjawabnya untuk apa.
 
"Di luar itu tidak resmi," ujarnya.
 
"Jadi, lingkungan oknum polisi baik Polsek ataupun Polres itu harus jelas menindaknya. Jangan diberikan ruang lagi. Pengawasannya harus jelas dalam rangka pembinaan bukan pembinasaan," sambungnya.
 
Nandang juga menyebut, bahwa oknum polisi yang ikut andil dalam pungli ini, bisa jadi adalah orang yang "mengamankan" kejadian pungli itu.
 
"Walaupun sebetulnya bukan mengatasnamakan Polres atau kewenangan polisi itu sendiri. Kebetulan saja karena dia polisi, jadi dia seolah-olah mengamankan," katanya.
 
 
Pungli Telah Terjadi Sejak Lama
 
Nandang tak memungkiri bahwa kejadian ini telah berlangsung sejak lama.
 
Menurutnya, ada tren khusus bahwa tempat-tempat keramaian sepeti pasar, akan dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mengambil keuntungan.
 
"Kenapa sering terjadi cekcok bahkan ada saling bacok dan saling bunuh, itu biasanya pembagian lapak, karena rebutan lapak atau lahan," jelas Nandang.
 
Senada dengan Nandang, Wakapolrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana secara terus terang mengungkapkan, dugaan adanya pungli di Pasar Induk Caringin bukanlah hal yang pertama kalinya terjadi.
 
"Kegiatan ini (pungli) sudah berlangsung lama," ujarnya di Mapolrestabes Bandung, Senin, 16 Agustus 2021.
 
Mengetahui telah berlangsung lama, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih dalam terkait dugaan pungli itu.
 
"Apakah keberadaan uang ini ada terkait tindak pidana atau penarikan uang ini termasuk legal atau sesuai aturan," ujarnya.
 
Menurutnya, berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tahun 2015, setiap angkutan memang akan dikenai tarif parkir.
 
"Berdasarkan Perwal (dikenai) sebesar 20 ribu rupiah," paparnya.
 
"Namun, pihak pengelola, bisa menarik uang dari truk yang besar atau toronton mencapai Rp 515.000," lanjutnya.
 
 
13 Orang Ditangkap, Salah Satunya Oknum Polisi
 
Sebelumnya, polisi mengamankan satu oknum polisi, dan 12 petugas pasar terkait dengan dugaan pungutan liar (pungli), yang terjadi di Pasar Induk Caringin pada Minggu, 15 Agustus 2021.
 
Wakil Kepala Polrestabes (Wakapolrestabes) Bandung, AKBP Yoris Maulana mengungkapkan, polisi itu merupakan anggota dari Polsek setempat berinisial Aiptu B.
 
"Yang bersangkutan (Aiptu B) memang mengakui meminta uang sebesar Rp100 ribu, dan memang hasil pengakuannya hanya sekali saja," ujar Yoris di Mapolrestabes Bandung. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Kota Bandung Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB
X