7 Kolam Retensi Siap Maksimalkan Pencegahan Banjir di Kota Bandung

- Minggu, 19 September 2021 | 11:49 WIB
Petugas menggunakan perahu di kolam retensi Gedebage, Kota Bandung, Rabu (30/12/2020). Pembangunan kolam rentensi Gedebage yang memiliki kapasitas penampungan air hingga 5.425 meter kubik dengan kedalaman tiga meter ini untuk meminimalisasi banjir yang kerap terjadi di Pasar Gedebage dan Jalan Persimpangan Gedebage-Soekarno-Hatta.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Petugas menggunakan perahu di kolam retensi Gedebage, Kota Bandung, Rabu (30/12/2020). Pembangunan kolam rentensi Gedebage yang memiliki kapasitas penampungan air hingga 5.425 meter kubik dengan kedalaman tiga meter ini untuk meminimalisasi banjir yang kerap terjadi di Pasar Gedebage dan Jalan Persimpangan Gedebage-Soekarno-Hatta. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMURBANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Untuk mencegah terjadinya banjir, Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pemeliharaan di 48 Daerah Aliran Sungai (DAS). Hal ini bertujuan guna meminimalisir genangan air saat memasuki musim penghujan seperti saat ini.

Selain itu, pemeliharaan dan pembangunan kolam retensi menjadi solusi penanganan banjjir di Kota Bandung. Berikut kolam retensi yang ada di Kota Bandung

1. Kolam retensi Taman Lansia (8417,12 M3) untuk menangani banjir di Jalan Supratman dan Jalan Diponegoro.

Baca Juga: Sejak 4 Oktober 2020, Ada 10 Juta Jamaah Tunaikan Umroh

2. Kolam retensi Kandaga Puspa (6593,28 M3) untuk menangani banjir di Jalan Supratman dan Jalan Diponegoro.

3. Kolam retensi Sarimas (5370,35 M3) untuk menangani banjir di Perumahan Sarimas

4. Kolam retensi Sirnaraga (2563,8 M3) untuk menangani banjir di daerah Pagarsih (Sungai Citepus).

5. Kolam retensi Rancabolang (8904,45 M3) untuk menangani banjir di wilayah Rancabolang dan Gedebage.

6. Kolam retensi Cisurupan (1327,12 M3) untuk menangani banjir di daerah Gedebage.

7. Kolam retensi Gedebage (5425 M3) untuk menangani banjir di Pasar Induk Gedebage.

Baca Juga: Apa Hukum Berambut Gondrong bagi Laki-laki ?

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Yul Zulkarnaen mengatakan ada kolam retensi yang masih dalam tahap pembangunan berlokasi di Jalan Bima. Kolam ini diprediksi bisa menampung sekitar 5000 M3.

"Itu adalah untuk parkir air apabila sungai citepus meluap, sehingga tidak langsung ke Pagarsih. Air yang meluap nanti dialirkan sedikit demi sedikit melewati pintu air untuk dialiarkan kembali ke sungai Citepus," ujar Zul di Balai Kota Bandung pada Kamis, 16 September 2021.

Tak hanya melakukan pemeliharaan, tim Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga bersiaga 24 jam saat musim penghujan datang. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika ada banjir secara mendadak.

"Awal tahun renovasi kirmir, saluran perbaikan dan sejenisnya. Kemarin sudah mapag hujan, pengerukan sedimen dan sampah di titik-titik banjir. Kita lakukan di banyak lokasi hingga ratusan titik," tambahnya.

Yul menuturkan, pengerukan sedimentasi dan pengangkutan sampah menjadi hal yang rutin dilakukan. Sebab, masih saja banyak masyarakat belum tetap membuang sampah ke sungai.
Pengangkutan sampah dan pengerukan sedimentasi menjadi langkah sangat efektif untuk mengurangi terjadinya luapan air saat datang musim hujan.

Baca Juga: BSU Subsidi Upah BLT BPJS Ketenagakerjaan Segera Capai Target Pencairan, Ini Ciri-ciri Kamu Bakal Ditransfer

"Pengerukan sedimen berpengaruh sekali. Rutin dilakukan di titik tertentu. Kita pantau kalau sedimennya, jika sudah tinggi kita keruk. Setahun bisa empat atau lima kali," ujarnya.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Kota Bandung Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Hujan Deras Bikin Banjir Cileuncang di Kota Bandung

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:25 WIB
X