Masa Depan Masjid Tertua Kabupaten Bandung: Dimodifikasi Tanpa Dirobohkan

- Rabu, 15 September 2021 | 20:54 WIB
Masjid Agung Mahmud, yang berstatus sebagai masjid tertua di Kabupaten Bandung akan mengalami proses direnovasi. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Masjid Agung Mahmud, yang berstatus sebagai masjid tertua di Kabupaten Bandung akan mengalami proses direnovasi. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

MARGAASIH, AYOBANDUNG.COM — Masjid Agung Mahmud, yang berstatus sebagai masjid tertua di Kabupaten Bandung akan mengalami proses direnovasi.

Berdasarkan dokumentasinya, masjid itu dibangun sekitar abad 17 atau 18. Jadi, dengan nilai historis itu, apa pun rencana pemerintah untuk mempercantiknya sudah pasti akan jadi sorotan.

Rencana renovasi Masjid Agung Mahmud terbilang cukup prestisius. Bukan hanya berukuran lebih besar, tapi juga akan memiliki dua lantai.

"Akan dibangun dua lantai, supaya muat jemaah lebih banyak. Masyarakat di sini juga terus bertambah," ujar Sekretaris Yayasan Situs Mahmud, Husni Muhtar, Rabu 15 September 2021.

Bangunan yang menjadi dua lantai tersebut akan menambah kapasitas jemaah hingga dua kali lipat. Struktur bangunan pun akan diperkuat.

Rencana pembangunan yang prestisius tersebut bukan hanya berpatok pada luas dan banyaknya lantai, tetapi juga selama proses pengerjaan tidak akan mengganggu bangunan lama terlebih dahulu.

Masjid Mahmud merupakan saksi sejarah penyebaran Islam di Bandung. Setiap hari banyak orang berziarah dan menggunakan masjid untuk beribadah.

Situasi tersebut menjadi hal yang dipikirkan oleh masyarakat Kampung Mahmud. Supaya, selama pengerjaan, proses ibadah di Masjid tidak terganggu, maka proses pembangunan dilakukan dengan cara berbeda. Terlebih estimasi pengerjaan diperkirakan mencapai 1 tahun.

Menurut Husni, pembangunan pertama kali akan dilakukan di lantai dua. Caranya adalah membangun tiang pancang pada bagian luar masjid.

"Bagian lantai dua dan atap dulu yang dibangun. Setelah lantai dua dan atap selesai, baru masjid akan dibongkar. Jadi selama pengerjaan, masjid masih tetap digunakan baik untuk salat lima waktu maupun salat jumat," paparnya.

Proses pembangunan Masjid dengan konsep tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Bandung.

Biasanya, pembangunan masjid dilakukan setelah bangunan lama dirobohkan.

Modifikasi Struktur Bangunan

Masjid Agung Mahmud memiliki ciri khas dengan struktur bangunan terbuat dari kayu dan bambu juga memiliki kolong laiknya rumah panggung.

Struktur bangunan tersebut menjadi ciri khas masyarakat Kampung Mahmud yang sebagian besar masih menggunakan rumah panggung.

Pada masjid Agung Mahmud, direncanakan juga akan ditambakan modifikasi. Sebagian struktur akan menggunakan habim atau beton dan besi.

"Sempat menjadi perdebatan, sebagian keturunan Mahmud menginginkan menggunakan kayu, sebagian lagi menginginkan struktur bangunan lebih kuat," ujarnya.

Hingga akhirnya diambil jalan tengah, yakni sebagian struktur bangunan akan menggunakan habim, sebagian lagi menggunakan kayu.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Pada awalnya, kata Husni, memang berencana menggunakan struktur kayu dengan bahan utama jati.

"Kami sempat mencari orang yang bisa menyediakan kayu jati balok ukuran 25 CM dengan panjang 4 meter. Katanya harganya mencapai Rp40 juta/kubik. Tapi ternyata barangnya baru akan dicari, tidak tersedia," ujarnya.

Bukan hanya barang yang sulit dicari, kualitas kayu jati sekarang juga tidak bisa dijamin seperti jati zaman dulu. Akhirnya rencana diubah, sebagian struktur menggunakan besi dan balok beton.

Perubahan rencana tersebut akhrinya disetujui warga setelah melakukan ziarah bersama ke Makam Eyang Dalem Haji Abdul Manaf, orang yang membangun Masjid Agung Mahmud pada masa lampau.

"Pola bangunan tetap tidak akan berubah. Masih akan ada kolongnya," ucapnya.

Baca Juga: Dilarang Tabuh Gong di Kampung Mahmud: Azab Bencana akan Muncul!

Lantai juga kemungkinan besar akan menggunakan papan. Sementara tiang-tiang pancang akan dibungkus menggunakan kayu.

Pada bagian dinding, kata Husni masih dalam tahap perencanaan. Opsi pertama masih menggunakan anyaman bambu seperti masjid yang sekarang masih berdiri. Namun terdapat opsi lain yakni menggunakan kayu yang disusun. [*]

Baca Juga: Cerita Kampung Adat Mahmud Di Tengah Modernisasi

Baca Juga: Kampung Adat Mahmud, Pusat Penyebaran Islam di Bandung

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X