Jerit Pilu Sang Kupu Kupu Malam di Kota Kembang

- Rabu, 15 September 2021 | 05:21 WIB
Sejumlah PSK di Jl Oto Iskandardinata, Bandung, Rabu (13/3/2019) dini hari. (dokumen)
Sejumlah PSK di Jl Oto Iskandardinata, Bandung, Rabu (13/3/2019) dini hari. (dokumen)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kupu-Kupu malam, sebuah kiasan indah yang disematkan kepada mereka yang sering dianggap hina. Kiasan ini ditujukan kepada para wanita yang menjajakan tubuhnya demi sesuap nasi untuk menyambung hari esok.

Sebagian orang menganggap mereka hina, sebagian lainnya iba dengan pahitnya jalan hidup yang ditempuh oleh sang 'kupu-kupu'. Bahkan, bagi segelintir orang mereka dicari demi memuaskan hasrat gelap dalam dirinya.

Dulu, profesi ini identik dengan wanita menor bediri manja di keramaian berharap pria hidung belang melirik dan tertarik. Meski tak tahu kapan dirinya bisa menjual 'jasa' yang ia tawarkan.

Sekarang zaman sudah canggih, mereka tak perlu lelah berdiri menahan dinginnya udara malam yang menusuk tulang. Seraya menggoda setiap pria yang menelanjangi mereka dengan tatapan penuh nafsu.

Handphone, satu alat yang membuat profesinya sedikit lebih mudah. Kini, sang Kupu-kupu sibuk menatap layar untuk menawarkan jasa mereka melaui Sosial Media dan pesan singkat.

Sebut saja Angel (38), ia berprofesi sebagai kupu kupu malam secara halus. Jasa yang ia tawarkan adalah pijat 'Terapi' yang berujung dengan kenikmatan sang hidung belang.

Baca Juga: Petenis Cantik Emma Raducanu, Masih Remaja Sudah Bikin Geger Dunia

Ia terlihat cemas seraya menatap layar handphonenya dengan seksama. Berharap ada notifikasi dari mereka yang ingin merasakan lentik jemarinya menari di atas tubuh sang tamu.

Tak lama, nada sering itu muncul di telpon genggamnya. Ya, itu adalah notifikasi dari pasien yang ingin 'mencoba' jasa yang ia tawarkan. Senyum tersungging di bibirnya karena baginya, dering ponsel itu tak hanya peringatan pesan yang masuk. Dering itu bermakna ia bisa menyambung hidup setidaknya untuk esok hari.

Angel menawarkan jasanya melalui pesan singkat dan rekomendasi mulut ke mulut dari pria yang pernah ia layani. Berlokasi tak jauh dari perempatan terlama di Kota Bandung, sudah tak terhitung jumlah tamu yang pernah ia layani.

Faktor ekonomi seolah jadi alasan klasik bagi para wanita memilih profesi ini. Namun ada cerita menyedihkan di balik senyum ramah Angel pada setiap pelanggannya.

Ditinggal Mati Suami

Kisahnya berawal ketika delapan tahun silam ia ditinggal pergi oleh suami tercintanya. Suami Angel meninggal saat memasang instalasi pendingin ruangan di Kota Cimahi.

Suami dari wanita asal timur Jawa Barat ini terjatuh dari lantai atas bangunan dan menimpa kabel listrik bertegangan tinggi. Menyebabkan sang suami terbakar akibat sengatan listrik sebelum akhirnya terjatuh ke tanah.

"Pas kejadian teteh posisi lagi di kampung tiba-tiba ada telfon dari temen kerja suami. Bilang kalau suami teteh dibawa ke rumah sakit, jatoh dari lantai atas katanya," Ujar Angel kepada Ayobandung.com secara eksklusif pada Rabu, 14 September 2021.

Setelah itu, Angel bergegas berangkat bersama kedua anaknya yang berusia 5 dan 1 tahun 6 bulan. Pada saat itu, Angel belum mengetahui bahwa suaminya tersengat listrik dan terbaring dalam keadaan koma.

"Sampe di rumah sakit, saya nangis liat kondisi suami saya. Selang (infus) nyambung kemana mana, fisik terbakar dan mengeluarkan darah. Sedih saya kalo inget kejadian itu," jelas Angel sambil terisak.

Tak lama Angel tiba, ia menyapa suaminya dalam kondisi koma dan tak sadarkan diri. Ia menangis sambil meminta maaf kepada suaminya pada saat saat terakhir bersama kedua anaknya.

Baca Juga: Absen Dua Laga, Bek Persib Sampaikan Pesan Spesial untuk Bobotoh

"Ketika teteh beres pileuleuyan sama suami, keliatan suami saya meski sedang tak sadar meneteskan air mata. Gak lama kemudian kondisinya menurun lalu meninggal. Seolah seperti nunggu teteh dateng," tambahnya.

Keluarga mengikhlaskan kepergian sang suami dan menganggap kecelakaan kerja. Pihak tempat suaminya bekerja memberikan santunan kematian pada keluarga dan sepakat untuk tidak memperpanjang masalah.

Diusir Keluarga

Kini Angel harus berjibaku untuk terus merawat dan membesarkan kedua anaknya. Namun, kesedihan yang ia rasakan belum seberapa. Sebulan kemudian ia diusir oleh keluarga suaminya karena dianggap beban.

Uang kematian yang ia terima diambil oleh keluarga suaminya dengan dalih meminjam untuk keperluan lain. Sampai hari ini, uang itu tak pernah kembali ke tangannya meski sudah ia anggap punah.

Hampir setahun Angel mengalami depresi, keluarga yang seharusnya menjadi perlindungan terakhir justru membuat hidupnya semakin sengsara.

"Sampe sekarang anak anak teteh ga dekat dengan keluarga suami. Cuma teteh dan keluarga saja yang berusaha membesarkan mereka sampe sekarang," tambahnya.

Akhirnya ia bangkit dari keterpurukan, ia mengadu nasib di Kota Kembang demi menghidupi kedua buah hatinya yang ia tinggalkan di kampung halaman.

"2014 saya ke Bandung, selama 2 tahun saya kerja. Pernah jadi kasir, pernah jadi penjaga petshop, pernah di mall juga. Pekerjaan yang halal aja pokoknya," tuturnya.

Lalu pada suatu hari ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan di restoran. Hal ini ia lakukan karena rekan kerjanya selalu menyabotase pekerjaannya.

Hingga suatu ketika ada teman di Kosannya yang menawarkan pekerjaan untuk menjadi terapis di salah satu panti pijat (PP) di Kota Bandung. Ia mengiyakan tawaran ini karena kebutuhan anak anaknya harus terus terpenuhi.

"Awalnya di ajakin temen buat kerja seperti ini. Di PP ini sistem kerjanya itu mijet pelanggan full body, sambil di kasih 'bonus' di akhir sesi. Untuk pembagian hasil, 80 persen untuk pengelola dan 20 persennya buat teteh. Meski kurang ya dijalani aja," ujar Angel.

Selama 2 tahun dari 2015 hingga 2017 pertengahan ia melanglangbuana di dunia panti pijat. Panti demi panti silih berganti menjadi saksi bisu perjuangan Angel untuk kedua anaknya.

Angel pun menceritakan pernah bekerja untuk sistem kos kosan. Pada sistem kos kosan ini sistem yang dipakai sama yaitu bagi hasil. Dari tarif 250 ribu per 60 menit, ia hanya mendapat 75 ribu sebagai upah sisanya masuk ke kantong sang 'koordinator'.

Terus Menerus Terkena Penipuan

Hingga pada suatu waktu ia memutuskan untuk membuka 'usahanya' secara mandiri. Berbekal pengalaman dan kesusahan yang ia hadapi selama bekerja kepada orang lain.

"Tahun 2017 akhir teteh memutuskan untuk mandiri. Banyak langganan yang memberi saran untuk buka sendiri. Penghasilan juga jadi murni sepenuhnya buat sendiri," ujar Angel.

Meski begitu, Angel menyisihkan sebagian pengahsilannya untuk membuka usaha sendiri. Karena ia berencana untuk berhenti dari dunia 'gelap' ini.

Namun sayang, Angel terkena penipuan oleh rekan yang mengajaknya berbisnis. Modal sebesar 20 Juta rupiah ludes dengan dalih usahanya merugi. Tak hanya disitu, tabungan sebesar 27 juta yang ia kumpulkan untuk masa depan anak anaknya raib diambil penipuan via telfon.

"Saya tuh udah pengen berhenti sebenernya, sengaja nabung buat keperluan anak anak saya. Eh nasib berkata lain, tapi saya bertekad jika anak sulung saya lulus SMP saya sudah berjanji untuk meninggalkan profesi ini," tambah Angel.

Pandemi Covid-19 pun ikut menerjang profesi yang ia geluti. Penghasilannya semakin menurun mengingat pria hidung belang langganannya takut untuk menggunakan jasanya.

Baca Juga: Usia di Bawah 12 Tahun Dilarang Masuk Objek Wisata, Pengelola Punya Siasat

"Covid dateng mah udah, dapet sehari satu pelanggan aja udah syukur. Mungkin ini emang pertanda teteh harus segera berhenti dari profesi yang sebenernya hati kecil mah menolak. Minta do'anya aja supaya teteh dapet jalan yang lebih baik ya buat menghidupi anak anak," tutupnya.

Itulah sepenggal kisah kehidupan sang kupu-kupu malam. Semoga ke depannya ia bisa segera lepas dari jerat dunia kelam.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengendara Motor di Lembang Terseret Banjir 

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:08 WIB

Kota Bandung Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Boris Preman Pensiun Ternyata Pengedar Narkoba

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Hujan Deras Bikin Banjir Cileuncang di Kota Bandung

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:25 WIB
X