Usia di Bawah 12 Tahun Dilarang Masuk Objek Wisata, Pengelola Punya Siasat

- Selasa, 14 September 2021 | 20:53 WIB
Golesat, salah satu wahana di Glamping Lake Side, Rancabali, Kabupaten Bandung.  (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Golesat, salah satu wahana di Glamping Lake Side, Rancabali, Kabupaten Bandung. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM — Walaupun objek wisata telah dibuka, namun ada pembatasan usia minimal orang yang boleh masuk. Anak usia di bawah 12 tahun, misalnya, tidak diperbolehkan masuk ke wahana wisata.

Demi mengantisipasi kerugian, pihak pengelola pun melakukan siasat agar usahanya tetap berjalan.

Tak dipungkiri, larangan anak usia di bawah 12 tahun tidak masuk objek wisata menjadi keluhan pengelola objek wisata di Kabupaten Bandung.

Pasalnya, objek wisata yang dibangun selama ini memiliki konsep wisata keluarga, sehingga pasar utama adalah keluarga yang memiliki anak, termasuk di bawah usia 12 tahun.

"Jujur pembatasan usia di bawah 12 tahun itu sangat berat, karena 60-80 persen pengunjung ke sini itu keluarga," ujar Pengelola Glamping Lake Side, Marcel, Selasa 14 September 2021.

Glamping Lake Side merupakan satu dari  dua objek wisata yang telah dizinkan beroperasi dengan proses ujicoba dari Kemenparekraf.

Selain Glamping, ada juga Kawah Putih yang juga telah diizinkan untuk beroperasi.

Menyiasati adanya larangan usia di bawah 12 tahun, Marcel mengatakan, pihaknya pun belum membuka wahana permainan yang ada di Glamping Lake Side.

"Yang dibuka baru Pinisi Resto dan penginapan," katanya.

Pinisi Resto memiliki pasar yang lebih luas, sehingga anak dibawah usia 12 tahun tidak diperkenankan masuk pun masih memungkinkan menjaring market yang lain.

Sementara, Site Manajer Kawah Putih, Ari Kurniawan, mengatakan, pihaknya melakukan siasat dengan mengganti target pasar pengunjung.

Kawah Putih awalnya memiliki target pasar semua kalangan, terutama keluarga. Tidak terkecuali anak-anak.

Dengan adanya larangan masuk bagi anak di bawah usia 12 tahun, pihaknya mengubah market.

"Yang kami bidik sekarang adalah wisatawan pasangan," ujarnya.

Jika menargetkan wisatawan keluarga, maka potensi membawa anak kecil terbilang besar, sehingga lebih rasional apabila menargetkan pasangan usia muda, baik itu muda-mudi yang berpacaran maupun telah suami istri yang belum memiliki anak. [*]

Baca Juga: Ini Alasan Anak di Bawah 12 Tahun Belum Divaksin, Cek Cara Cegah Terpapar Covid

Baca Juga: Pelajar dan Masyarakat Kawasan Wisata Kabupaten Bandung Jadi Sasaran Vaksinasi

Baca Juga: Hotel dan Restoran di Kabupaten Bandung Belum Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X