Bandung Barat Kerap Jadi Sasaran Sindikat Narkotika Kelas Kakap

- Selasa, 14 September 2021 | 18:05 WIB
BNN Jabar mengeklaim berhasil mencegah potensi kerugian sosial terhadap 310.000 orang usai menggagalkan pengiriman ganja 67 kilogram. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
BNN Jabar mengeklaim berhasil mencegah potensi kerugian sosial terhadap 310.000 orang usai menggagalkan pengiriman ganja 67 kilogram. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

 

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Kabupaten Bandung Barat (KBB) dianggap menjadi tempat yang paling sering jadi sasaran para sindikat narkoba kelas kakap untuk beroperasi.

Baik jadi sarang utama, maupun jadi tempat peredaran untuk pengembangan bisnis mereka.

Hal tersebut terbukti dengan diungkapkannya sejumlah kasus besar narkoba di KBB. Seperti kasus ladang ganja di Desa Sunten Jaya Lembang, 12 Juli 2020, kasus pabrik obat terlarang di Desa Sukajaya, Lembang, 7 Juli 2021, dan paling baru kasus pengiriman 67 Kg ganja di KM 115 Tol Purbaleunyi, tepatnya di Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, 8 September 2021. 

"Yang kemarin kita terakhir tangkap 67,2 gram itu diwilayah KBB. Itu dikirim dari sumatera, jadi ditangkapnya di KM 115. Selain itu ditangkap juga di daerah Lembang. Itu pabrik Pill, nah berarti wilayah KBB ini kan menjadi sasaran para sindikat narkotika," kata Kepala BNN KBB, AKBP M Yulian, Selasa 14 September 2021. 

Dengan kondisi ini BNN juga menyimpulkan, kendati masih dalam kondisi pandemi Covid-19, peredaran gelap narkotika tidak terhenti. Bahkan makin banyak.

Yulian menambahkan, upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN. Perlu andil seluruh lapisan masyarakat terutama peran Pemkab Bandung Barat dan DPRD KBB.

"Pemda KBB ini baru beberapa tahun tapi kita sudah punya Perda, tentang P4GN. Jadi yang lain belum ada, yang sudah lama aja belum tentu punya Perda.Kita sudah disuplort oleh DPRD komisi 4.Jadi kita lebih tegs lagi melakukan tindakan-tindakan ini," katanya.

Yulian menyebut, sebagai upaya preventif pihaknya pun membentuk relawan dan pegiat anti narkoba.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X