Ini Alasan Anak di Bawah 12 Tahun Belum Divaksin, Cek Cara Cegah Terpapar Covid

- Selasa, 14 September 2021 | 16:09 WIB
Ilustrasi vaksinasi pelajar atau siswa di sekolah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi vaksinasi pelajar atau siswa di sekolah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Hingga saat ini anak di bawah usia 12 tahun belum bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Padahal, sebagian pihak mendorong agar pemerintah melakukan penyuntikan vaksin kepada anak.

Salah satu pihak yang mendorong agar pemerintah melakukan vaksinasi kepada anak adalah pengelola objek wisata. Di Kabupaten Bandung, sebagian besar objek wisata berkonsep keluarga sehingga adanya pembatasan usia anak di bawah 12 tahun tidak boleh masuk objek wisata, berdampak pada minat kunjungan wisata.

Alasan utama anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh masuk ke objek wisata dikarenakan kerentanan dan belum adanya vaksinasi kepada anak.

Baca Juga: Nahas Warga Bandung Ini, Tak Bisa Vaksin karena Nomor KTP Dipakai Orang Lain

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengatakan, belum dilakukannya vaksinasi kepada anak di bawah usia 12 tahun merupakan kebijakan nasional.

"Itu dari Kemenkes, kalau sudah diperbolehkan melakukan vaksinasi kepada anak di bawah usia 12 tahun, tentu akan kami lakukan," ujar Grace, Selasa 14 Septembr 2021.

Ia menjelaskan, anak usia di bawah 12 tahun, memiliki kerentanan apabila sembarang divaksin, baik karena kekebalan tubuhnya maupun hal lainnya.

"Kemampuan anak dalam menghadapi proses inaktifasi virus tersebut berbeda, kekebalan tubuhnya lebih rentan," katanya.

Untuk bisa melakukan vaksinasi kepada anak di bawah usia 12 tahun diperlukan proses yang panjang, salah satunya adalah penelitian.

"Harus ada uji klinis dulu," katanya.

Satu-satunya cara agar anak bisa terhindar dari paparan covid-19 kata Grace adalah memastikan anak menerapkan protokol kesehatan.

"Tetap jalankan protokol kesehatan, 5 M, menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas," tutupnya.

Baca Juga: Sertifikat Vaksin Palsu Dijual Rp200.000 per Sertifikat di Facebook

Dilarang Masuk Objek Wisata karena Bawa Anak di Bawah 12 Tahun

Pembatasan usia wisatawan yang diperbolehkan masuk ke objek wisata menjadi salah satu masalah dari adanya uji coba pembukaan tempat wisata dari Kemenparekraf.

Tidak sedikit wistawan yang harus rela diputarbalikkan pengelola objek wisata karena membawa anak kecil.

Beberapa di antaranya, memilih bergiliran masuk ke objek wisata karena anak di bawah usia 12 tahun tidak diperkenankan masuk ke objek wisata.

Atep Taufik, salah seorang wisatawan asal Depok, terpaksa menelan keinginan masuk ke Kawah Putih karena membawa anak di bawah usia 12 tahun.

"Mau bagaimana lagi, tidak bisa masuk karena ada anak. Kalau ditinggal dan saya masuk sendiri juga siapa yang harus menjaga," ujar Atep, Minggu 12 September 2021.

Atep mengaku awalnya dirinya tidak sengaja datang ke Kawasan Rancabali untuk berwisata.

"Tadinya mau wisata sambil lewat. Ternyata tidak bisa. Paling hanya foto-foto di kebun teh," katanya.

Jery, seorang wisatawan asal Jakarta memilih masuk ke Kawah Putih dengan cara bergiliran. Anaknya yang berusia 3 tahun ditinggalkan bersama istrinya di tempat parkir.

"Mau tidak mau, anak terpaksa ditinggal. Sudah jauh-jauh juga ke sini, masa harus kembali lagi," ujarnya.

Walaupun  sedikit kecewa karena momen berwisata harus dinikmati tanpa bersama anak, namun dirinya mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka kembali objek wisata.

"Agak waswas sih sebenernya. Tapi dengan protokol kesehatan yang ketat bisa meminimalisasi penyebaran covid. Saya berharap agar pemerintah segera melakukan vaksinasi kepada anak. Agar saat berwisata bisa bersama anak," ujarnya.

Marcel pengelola Glampling Lakeside mengatakan, pembatasan usia kunjungan wisata menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Pasalnya, sebagian besar pasar wisata di Selatan Kabupaten Bandung adalah keluarga yang mana tidak jarang membawa anak-anak.

"Wisata itu identik dengan anak. Wisata itu bersinggungan dengan membahagiakan anak, dengan adanya pembatasan anak di bawah usia 12 tahun tidak bisa masuk, tentu menjadi berat," ujarnya.

Site Manager Kawah Putih Ari Kurnia mengakui bahwa sebagian besar pengunjung wisata ke kawasan Selatan Kabupaten Bandung berasal dari keluarga yang membawa anak kecil.

"Memang yang paling berat itu ada pembatasan. Karena orang tua biasa membawa anak saat berwisata," katanya.

Bahkan pada Minggu, 12 September 2021, pihaknya sampai memutarbalikkan puluhan kendaraan karena wisatawan membawa anak. Jika dipersentasekan, kendaraan yang diputarbalikkan karena membawa anak mencapai 40%.

"Kemarin sore, saat mulai uji coba, ada 55 kendaraan yang datang dan 40 kendaraan diputarbalikan karena membawa anak. Sebanyak 40% yang wisatawan ke sini itu keluarga, sisanya rombongan dan pasangan," katanya.

Baca Juga: Pelajar dan Masyarakat Kawasan Wisata Kabupaten Bandung Jadi Sasaran Vaksinasi

Walau demikian, pihaknya sangat bersyukur dengan pembukaan objek wisata walaupun dilakukan terbatas dan penerapan protokol kesehatan ketat.

Dia juga berharap agar masyarakat bisa bekerja sama dengan cara turut melakukan protokol kesehatan ketika diluar pengawasan petugas.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X