Jual Sertifikat Vaksin Palsu di Facebook, Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara dan Denda Rp12 Miliar

- Selasa, 14 September 2021 | 12:41 WIB
Pelaku penjual sertifikat vaksin palsu terancam 12 tahun penjara. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)
Pelaku penjual sertifikat vaksin palsu terancam 12 tahun penjara. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)
 
CINAMBO, AYOBANDUNG.COM -- Polisi berhasil menangkap pelaku pembuat sertifikat vaksin palsu. Penyidik dari Dit Reskrimsus Polda Jabar ini mengamankan akun Facebook bernama Jojo di Jalan Soekarno Hatta No. 748, Bandung, pada 27 Agustus 2021.
 
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menjelaskan, tersangka JR menawarkan jasa pembuat sertifikat vaksin tanpa perlu disuntik vaksin Covid-19 terlebih dahulu.
 
Modus operandi yang digunakan oleh JR, kata Erdi, ia menawarkan jasa tersebut di Facebook dengan akun yang bernama Jojo.
 
 
Setelah ada yang memesan, JR meminta NIK KTP pada pemesan tersebut dan JR membuat sertifikat vaksin ini di kediamannya.
 
"Cara membuat sertifikat vaksin, (pelaku) mengakses di website primary care, kemudian JR memasukkan data berupa NIK pemesan, dan pemesan mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa melakukan penyuntikan vaksin," ujar Erdi saat konferensi pers di Gedung Ditlantas Polda Jabar, Selasa, 14 September 2021.
 
Dari modusnya ini, pelaku JR sudah membuat sembilan sertifikat Covid-19 tanpa proses suntik vaksin ke berbagai daerah di wilayah Indonesia.
 
Atas perlakuannya ini, tersangka JR disangkakan dengan pasal-pasal berikut ini:
  • Pasal 62 ayat 1 JO Pasal 9 ayat (1) Huruf C Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
  • Pasal 115 Jo Pasal 65 ayat (2) Undang-undang RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan;
  • Pasal 48 ayat (1) JO Pasal 35 Undang-undang RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik
  • Pasal 266 ayat (1) dan atau Pasal 268 ayat (1) KUHP
"Ancaman kurungan paling tinggi 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp12 miliar," katanya.
 
 
Sebelumnya, tersangka JR dalam menyebarluaskan dagangannya ini memasang harga cukup terjangkau, yakni dimulai dari Rp 100.000 per sertifikat vaksin.
 
"Yang bersangkutan memberikan harga sertifikat vaksin tersebut Rp100.000-Rp 200.000 per sertifikat," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X