Organda Dorong Trayek Padalarang-Cipongkor dan Cimareme-Ngamprah Direalisasikan

- Senin, 13 September 2021 | 14:06 WIB
Organda dorong dua trayek baru jurusan Padalarang-Cipongkor dan Cimareme-Ngamprah direalisasikan. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)
Organda dorong dua trayek baru jurusan Padalarang-Cipongkor dan Cimareme-Ngamprah direalisasikan. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) meminta pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) segera mengabulkan izin operasional dua trayek baru jurusan Padalarang-Cipongkor dan Cimareme-Ngamprah.

Kedua trayek tersebut sangat dibutuhkan warga KBB wilayah selatan untuk menghemat biaya akomodasi pengangkutan hasil bumi, ongkos anak sekolah, dan biaya transportasi untuk mengurus pelayanan KTP dan KK.

Ketua Organda KBB Asep Dedi Setiawan mengatakan, amanat undang-undang telah jelas mengatakan pemerintah wajib menyediakan sarana transportasi. Apalagi dua trayek ini sudah sangat dibutuhkan warga selatan.

Baca Juga: Ribuan Peserta Ikut Seleksi Kompetensi PPPK Guru Tahap 1 di Bandung Barat

"Mengacu pada Peraturan Pemerintah nomer 74 tahun 2014 bahwa di sini jelas pemerintah wajib menjamin tersedianya angkutan umum. Kami sedang mengajukan trayek baru Padalarang-Cipongkor dan Cimareme-Ngamprah karena ini sudah sangat dibutuhkan masyarakat," papar Asep saat ditemui usai audiensi bersama Komisi III DPRD KBB, Senin 13 September 2021.

Trayek Padalarang-Cipongkor memiliki panjang sekitar 10 KM. Rencananya rute ini akan melewati daerah Gunung Bentang, Saguling, hingga Cipongkor. Sedangkan Cimareme-Ngamprah bertujuan untuk melayani warga dari selatan yang akan pergi ke Kantor Pemda KBB.

Ia berharap pemerintah dan DPRD segera mengizinkan dua trayek tersebut dibuka. Agar warga di wilayah selatan tidak terisolasi dan mudah jika hendak bepergian.

"Masyarakat sangat menunggu transportasi ke sana belum ada, beban akomodasi mereka sangat tinggi. Hasil bumi dijual lebih mahal. Anak sekolah juga ongkosnya naik. Bikin KK dan KTP gratis, tapi ongkosnya mahal. Bisa habis 300.000-400.000. Makanya kita ajukan trayek baru," papar Asep.

Baca Juga: Cerita Pelindung Karst Citatah: Diancam Dibunuh hingga Diganjar Kalpataru 2021

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X