Ribuan Pelaku Seni KBB Terpaksa Jual Alat Seni, Banyak yang Banting Setir

- Jumat, 10 September 2021 | 17:29 WIB
[Ilustrasi pekerja seni] Ribuan pelaku seni Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menjual alat seni mereka sebagai upaya bertahan di tengah Pandemik Covid-19. (Pixabay/Juraj Varga)
[Ilustrasi pekerja seni] Ribuan pelaku seni Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menjual alat seni mereka sebagai upaya bertahan di tengah Pandemik Covid-19. (Pixabay/Juraj Varga)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Ribuan pelaku seni Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menjual alat seni mereka sebagai upaya bertahan di tengah Pandemik Covid-19.

Langkah itu terpaksa diambil karena pelaku seni tak mendapat panggung hiburan selama wabah melanda. 

Aliansi Komunikasi Seni Indonesia (AKSI) KBB mencatat ada sekitar 2.000 pelaku seni masuk dalam wadah itu terdampak Pandemik. Karena sepi panggung, mayoritas menjual alat seni seperti gitar, organ, hingga sound

"Ada sekitar 2.000-an pelaku seni terdampak pandemi. Mereka bukan saja tak memiliki penghasilan, tapi juga terpaksa jual alat. Sebagian lagi banting haluan cari profesi lain," kata Inisiator Aliansi Komunikasi Seni Indonesia (AKSI) KBB, Hermawan, Jumat 10 September 2021. 

Herman meminta pemerintah bisa memberikan relaksasi minimal mengizinkan panggung hiburan di acara akad pernikahan agar pelaku seni mendapat pekerjaan. 

Ia menambahkan, keberadaan AKSI KBB ini dalam rangka upaya membantu pemerintah daerah dalam menata kondisi reel para pelaku seni saat ini.

Salah satunya dari aspek database lantaran itu merupakan hal yang penting.

"Ini harus diperbaiki, ini momentum juga karena kebetulan Pak Hengky seorang seniman, kami merasa ini adalah momen yang tepat juga," jelasnya.

Ia menyebut, saat ini seni menjadi industri usaha yang menjanjikan dari sisi finansial bagi masyarakat.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X