Seniman dan Budayawan Kabupaten Bandung Mati Suri, Kurang Manfaatkan Sarana Virtual

- Rabu, 8 September 2021 | 20:08 WIB
[Ilustrasi seniman dan budayawan] pandemi Covid-19 sangat berdampak secara ekonomi terhadap seniman dan budayawan. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)
[Ilustrasi seniman dan budayawan] pandemi Covid-19 sangat berdampak secara ekonomi terhadap seniman dan budayawan. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Seniman dan budayawan Kabupaten Bandung belum banyak yang memanfaatkan sarana virtual dalam mempublikasikan karyanya.

Sarana virtual menjadi salah satu solusi dalam mempublikasikan karya seniman atau budayawan dimasa pandemi Covid-19.

Ketua Paseban Kabupaten Bandung, Dani Sugiri Martadinata mengatakan, pandemi Covid-19 sangat berdampak secara ekonomi terhadap seniman dan budayawan.

"Kehidupan sehari-hari seniman itu berasal dari manggung," ujar Dani, Rabu, 8 September 2021.

Adanya pembatasan perkumpulan orang, tidak diizinkannya resepsi pernikahan, dan pembatasan lainnya, membuat ladang kehidupan seniman dan budayawan menjadi terhambat.

Bahkan kata Dani, tidak sedikit seniman dan budayawan yang beralih profesi, karena berbulan-bulan tidak bisa manggung.

Menggelar pementasan secara virtual pun tidak begitu diminati oleh para seniman.

Selain harus memiliki sarana memadai, panggung virtual juga dianggap kurang memuaskan.

"Apresiasi penonton secara langsung itu memberi kepuasan tersendiri," ucapnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X