Bisnis Jajanan Korea, Kuliner Kaki Lima Beromzet Jutaan Rupiah

- Kamis, 2 September 2021 | 18:01 WIB
Bisnis jajanan Korea sudah jadi jenis usaha yang menjanjikan belakangan ini. Kuliner kaki lima ini bahkan beromzet jutaan rupiah. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Bisnis jajanan Korea sudah jadi jenis usaha yang menjanjikan belakangan ini. Kuliner kaki lima ini bahkan beromzet jutaan rupiah. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Bisnis jajanan Korea sudah jadi jenis usaha yang menjanjikan belakangan ini. Kuliner kaki lima ini bahkan beromzet jutaan rupiah.

Penyebabnya, tentu saja demam K-Pop juga Drakor yang melanda Indonesia. Dari kegemaran ini, peluang membuka bisnis kuliner pun muncul.

Tidak hanya memburu pakaian, penggemar K-Pop dan Drakor juga sering memburu jajanan atau panganan korea.

Tidak harus membuka kedai mewah, dengan berjualan kuliner ala Negeri Gingseng yang ala kadarnya di pinggir jalan juga cukup menjanjikan.

Seperti yang dilakukan oleh Ade Suherman, warga Sorang Kabupaten Bandung. Pria berusia 61 tahun tersebut menjual mozarela corndog yang merupakan jajanan khas Korea.

Setiap sore, Ade berdagang di Depan RSUD Otista, Soreang, Kabupaten Bandung. Bahkan, lapak dagangannya hanya beratapkan terpal.

"Sudah dua tahun berjualan di sini. Alhamdulillah," ujar Ade, Kamis 2 September 2021.

Pada awal berjualan, omzet penjualan mozarela corndog yang dikelola Ade bisa menembus jutaan rupiah setiap harinya. Satu Mozarella Corndog dijualnya seharga Rp10.000.

"Dulu setiap hari bisa menjual 60 biji. Itu hanya di sini, belum yang pesan langsung di rumah. Yang pesan bisa 20-40 biji seharinya," ungkapnya.

Memang sejak Pandemi Covid, penjualan Mozarela Cornog Ade merosot tajam. Kondisi ekonomi masyarakat membuat bisnis kuliner jadi melesu.

"Mudah-mudahan kalau Pandemi berakhir, jualan kembali ramai," katanya.

Menggunakan Bahan Lokal Kabupaten Bandung

Penjual mozarela corndog kaki lima satu-satunya di Soreang tersebut mengaku, pada mulanya dia tidak begitu mengerti makanan Korea. Peluang bisnis tersebut pertama kali diutarakan oleh anak laki-lakinya.

"Yang pertama punya resep itu anak saya. Dia juga yang pertama jualan, karena saya tidak bekerja, akhirnya dia meminta saya meneruskan jualan di sini. Lama kelamaan jadi bisa membuat sendiri, anak saya sudah tidak berjualan," ujar warga PCI Soreang tersebut.

Walaupun jenis jajanan itu berasal dari Korea, namun bahan yang digunakan banyak terdapat di Indonesia. Bahkan kata Ade, seluruh bahannya menggunakan produk lokal, termasuk keju mozarela.

"Untuk mozarela, menggunakan keju dari KPBS Pangalengan. Kalau tepung dan lain-lainnya sih di warung juga banyak," katanya.

Bahkan, keju mozarela buatan lokal Kabupaten Bandung dinilai sebagai bahan terbaik untuk membuat mozarela corndog. Dia mengungkapkan, banyak keju mozarela yang dijual di pasaran, namun kurang begitu bagus.

"Mozarela yang dijual di warung suka pecah kalau digoreng," ungkapnya.

Baca Juga: Bak Restoran Profesional, Lapak Corndog di Ciganitri Terapkan Prokes

Mozarela corndog yang dijual Ade memiliki beberapa pilihan rasa, baik manis maupun asin. '

Untuk saus manis, rasa yang ditawarkan adalah tiramisu, taro, cokleat, keju, dan green tea. Sementara untuk rasa asin pilihannya adalah mayones dan saus tomat. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X