Pengusaha di Bandung Barat Wajib Bayarkan THR Buruh 7 Hari Sebelum Idul Fitri

- Sabtu, 1 April 2023 | 17:37 WIB
Pengusaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta membayarkan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri maksimal 7 hari sebelum Lebaran (Pexels)
Pengusaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta membayarkan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri maksimal 7 hari sebelum Lebaran (Pexels)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pengusaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta membayarkan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri maksimal 7 hari sebelum Lebaran.

Ketentuan pembayaran THR tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan M/2HK.0400/III/2023 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

"Sesuai aturan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri dan harus dibayar penuh. Oleh karena itu, saya minta kepada para pengusaha agar membayar kan THR tepat waktu,” kata Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, Sabtu 1 April 2023.

Baca Juga: Maaf! THR dan Gaji ke 13 PNS 2023 Tak Cair 100 Persen, Segini Totalnya

Adapun terkait besaran THR, telah diatur dalam Peraturan Pemerintah RI (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan; Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan; dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 20 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"THR itu merupakan bagian dari pendapatan non upah. Dan THR wajib diberikan oleh pengusaha kepada pekerja atau Buruh," kata Hengky

Menurutnya sesuai SE Menteri Ketenagakerjaan M/2HK.0400/III/2023, bahwa THR keagamaan diberikan kepada peker yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

Baca Juga: Kabar Baik! Khusus Pensiunan Kategori Ini akan Terima THR 3x Sesuai PP No.15 Tahun 2023

Baik yang mempunyai hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), termasuk pekerja/Buruh harian lepas yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

Bangku menambahkan, besaran THR yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih adalah sebesar 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja/Buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional.

Ia menegaskan, THR keagamaan ini harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil. Oleh karena itu, Hengki minta perusahaan agar taat terhadap ketentuan ini.

Baca Juga: Penting! Perusahaan Wajib Tahu Aturan THR Keagamaan Pekerja Buruh 2023, Ada Sanksi Berat Jika Melanggar

"Saya minta perusahaan agar taat terhadap ketentuan ini," tegasnya.

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X