Sejarah Jalur Kereta Api Karawang-Padalarang, Proyek Ambisius Belanda yang Dinilai Pemborosan

- Jumat, 30 September 2022 | 19:01 WIB
Kerera api uap melaju di sebuah jembatan antara Padalarang-Karawang. (Dok.NMVW) (Dok. NMVW)
Kerera api uap melaju di sebuah jembatan antara Padalarang-Karawang. (Dok.NMVW) (Dok. NMVW)

Buku Sejarah Kereta Api di Priangan menjelaskan rencana pembuatan jalur kereta api Karawang-Padalarang dilakukan sepanjang tahun 1901-1906.

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Upaya pemerintah kolonial Belanda mempercepat mobilitas pergerakan manusia di Jawa dengan cara membangun infrastruktur kereta api, tak semulus yang dibayangkan. 

Setiap rencana pembangunan jalur rel baru, kerap menghadapi kendala. Mulai dari kontur geografis, lahan, stabilitas politik, hingga dukungan anggaran. Hal ini salah satu terjadi saat Belanda berencana membuat rel kereta Karawang-Padalarang.

Wacana pembangunan ular besi Karawang-Padalarang mulai mencuat tahu 1900-an. Rute ini dinilai penting untuk memangkas waktu tempuh perjalanan Batavia (Jakarta) - Bandung via Buitenzorg (Bogor).

Baca Juga: Mendengar Senandung Nostalgia di Toko Kaset Pita Bekas Cihapit

Agus Mulyana (2017) dalam buku Sejarah Kereta Api di Priangan menjelaskan rencana pembuatan jalur kereta api Karawang-Padalarang dilakukan sepanjang tahun 1901-1906.

Dalam perjalanannya, proyek dengan anggaran sebesar f12 juta (gulden) menuai pro-kontra dari anggota parlemen Belanda.

Anggota parlemen yang menolak beranggapan bahwa biaya tersebut terlalu boros. Apalagi di daerah Karawang-Padalarang jumlah penduduknya jarang. Sehingga secara ekonomi tidak menguntungkan.

Baca Juga: Detik Akhir Pentolan G30S Letkol Untung, Tewas oleh Regu Tembak di Lembang

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bojong Kunci: Sejarah Cita Rasa Opak

Jumat, 16 September 2022 | 19:40 WIB
X