Tragedi Gempa Dahsyat Hancurkan Jalur Kereta Api Padalarang-Cipatat dan Aksi Heroik Warga Pribumi

- Rabu, 28 September 2022 | 15:09 WIB
Kereta api berjalan di atas tumpukan bantalan karena penurunan tanah dan landasan akibat gempa bumi di jalur antara Cipataat-Padalarang. (dok Tropen Museum)
Kereta api berjalan di atas tumpukan bantalan karena penurunan tanah dan landasan akibat gempa bumi di jalur antara Cipataat-Padalarang. (dok Tropen Museum)

AYOBANDUNG.COM - Euforia perayaan tahun baru masyarakat Priangan seketika berganti duka, pada Rabu 4 Januari 1911. Goncangan gempa dahsyat akibat pergeseran lempeng bumi membuat sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum luluh lantak.

Dampak gempa paling parah terletak di Kecamatan Padalarang dan Cipatat. Besarnya guncangan mengakibat genting rumah penduduk terjun ke bawah dan dinding tembok mengalami retakan.

Deli Courant edisi Sabtu 14 Januari 1911, mencatat kerusakan paling parah terjadi pada fasilitas transportasi kereta api yakni stasiun Cipatat dan Tagog Apu. Seluruh bangunan terminal, tiang telegraf, termasuk gudang barang dan tangki air, rusak berat.

Baca Juga: Jalan Radio Dayeuhkolot, Saksi Sejarah Penyebaran Teks Proklamasi

Jaringan rel kereta api tak bisa dilewati. Di rute Stasiun Padalarang-Cipatat muncul beberapa titik longsor, tanah amblas, dan pohon tumbang. Di antara stasiun Tagong Apu-Cipatat, pergeseran dan penurunan tanah terbesar memiliki panjang antara 75 hingga 200 meter. Sehingga muncul penampakan rel menggantung di udara.

"Komunikasi telegraf juga telah terputus. Untuk sementara, wisatawan yang akan ke Bandung disarankan lewat Jalur Karawang," tulis Deli Courant.

Peristiwa gemba bumi dahsyat ini juga digambarkan secara detail dalam berita koran Bataviaasch Nieuwsblad, edisi Jumat 6 Januari 1911. Kengerian bencana ini terlihat dari awal tulis koran dengan kalimat: "kesengsaraan gempa"

Koran ini mencatat bahwa guncang gempa terjadi tak cuma sekali. Namun, gempa besar yang diiringi 4 kali gempa susulan. Guncangan paling besar dirasakan pukul 06.20 WIB, kemudian terjadi gempa susulan pukul 07.00 WIB, 10.00 WIB, 10.55 WIB dan 12.30 WIB.

Baca Juga: Carita Pondok: TANGKAL DARAJAT

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bojong Kunci: Sejarah Cita Rasa Opak

Jumat, 16 September 2022 | 19:40 WIB
X