Jalan Raya Pos Rute Rajamandala-Cimahi: Warisan Daendels Bernasib seperti Radiator Springs

- Senin, 19 September 2022 | 20:09 WIB
Orang Belanda melintasi Jalan Raya Pos dengan latar Jembatan Citarum Rajamanda, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.  (Dok. Nationaal Museum van Wereldculturen (NMVW). )
Orang Belanda melintasi Jalan Raya Pos dengan latar Jembatan Citarum Rajamanda, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (Dok. Nationaal Museum van Wereldculturen (NMVW). )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Jalan Raya Pos atau De Groote Postweg membentang dari Anyer Provinsi Banten hingga Panarukan di Jawa Timur.

Jalan yang dibangun 4 abad silam, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels ini di beberapa tempat mulai tak terawat, bahkan dilupakan sebagai jalur utama untuk kendaraan.

Kondisi itu terjadi salah satunya di Jalan Raya Pos Rute Rajamandala-Cimahi.

Kehadiran Tol Cipularang tahun 2005 dan Tol Rajamandala tahun 1979, membuat jalan bersejarah ini tak lagi dipilih sebagai akses transportasi utama Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Bojong Kunci: Sejarah Cita Rasa Opak

Padahal, dalam pelaksanaannya proyek jalan ini memakan ribuan korban jiwa.

Menurut sumber Inggris dalam buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (1995) karya Pramoedya Ananta Toer, 12 ribu orang pekerja tewas.

Pembangunan jalan paling ambisius ini disebut Pram sebagai salah satu genosida terbesar dalam sejarah kolonialisme di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Sosok 'The Killer' di Balik Toko Akiat, Juara Dunia Layangan dari Kota Bandung

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bojong Kunci: Sejarah Cita Rasa Opak

Jumat, 16 September 2022 | 19:40 WIB

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB
X