Bojong Kunci: Sejarah Cita Rasa Opak

- Jumat, 16 September 2022 | 19:40 WIB
Toko opak Bojong Kunci. (Ayobandung.com/Dudung Ridwan)
Toko opak Bojong Kunci. (Ayobandung.com/Dudung Ridwan)

Borondong garing
ider kota pilemburan
mekar lumaku diri
anu dagang bari mimitran

Borondong garing
haleuang katineung ati
jerit ciptaning ati
jeung hiliwirna angin peuting

Oleh-oleh Priangan di lingkung gunung
Majalaya Soreang Banjaran Bandung
hate jongjon lugina anu dikantun
narik ati matak luas nu ngabantun

BANJARAN, AYOBANDUNG.COM – Memang dalam lirik lagu "Borongdong Garing" itu tak ada kata “opak”. Namun sejarah mengungkap makanan borondong tak bisa dipisahkan dengan makanan opak, rengginang, kolontong, dongjit (borondong wajit), dan makanan lain yang dibuat dari beras ketan. Malah opak dan rangginang faktanya lebih digemari daripada yang borondong.

Pada mulanya adalah Bu Neni (50) tahun, warga Cangkuang, Kabupaten Bandung. Di rumahnya, suatu waktu ada arisan keluarga. Dia bingung akan dijamu apa para tamunya yang kebanyakan dari kota. Makanan biasa, di kota pun banyak.

Dia berpikir memberi oleh-oleh yang beda. Ia ingin menjamu tamunya dengan makanan yang aneh dan langka? Apa, ya?

Baca Juga: Mengenal Sosok 'The Killer' di Balik Toko Akiat, Juara Dunia Layangan dari Kota Bandung

Oh, dia ingat pernah membeli opak dari sekitar Pertigaan Banjaran-Soreang-Pangalengan. Dari toko oleh-oleh kecil. Bentuknya seperti opak kebanyakan, bulat “Tapi, opak ini mah rasanya beda?” katanya. Dan ia ingin menularkan kalimat “Tapi, opak ini mah rasanya beda” kepada para tamunya.

Dia pun menyuruh anaknya membeli sejumlah opak untuk oleh-oleh para tamunya itu.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bojong Kunci: Sejarah Cita Rasa Opak

Jumat, 16 September 2022 | 19:40 WIB

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB
X