Jalan Radio Dayeuhkolot, Saksi Sejarah Penyebaran Teks Proklamasi

- Senin, 29 Agustus 2022 | 20:30 WIB
Momen sejarah menjadikan jalan yang terdapat pemancar radio di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dinamakan Jalan radio. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Momen sejarah menjadikan jalan yang terdapat pemancar radio di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dinamakan Jalan radio. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

Momen sejarah menjadikan jalan yang terdapat pemancar radio di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dinamakan Jalan radio.

DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM -- Di Dayeuhkolot, terdapat sebuah jalan bernama Radio. Letaknya berada di belakang Telkom University, jalannya tidak besar dan panjang. Hanya beberapa meter dengan panjang beberapa ratus meter.

Namun, kecilnya Kalan Radio, tidak membuat jalan tersebut juga kecil, tetapi justru memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Indonesia, khususnya menjadi perantara Indonesia dengan dunia luar, terutama dalam penyebaran teks proklamasi.

Radio, pada 1945 ketika Indonesia memproklamirkan merdeka dari seluruh penjajahan memiliki peran penting. Melalui radio di Dayeuhkolot, siaran proklamasi yang dibacakan Soekarno di Jakarta bisa tersebar ke seluruh Dunia.

Pada waktu itu, para pemuda radio bandung menggunakan pemancar PTT (Pos, Telegrap dan Telepon) di Dayeuhkolot untuk dijadikan pemancar penyiaran proklamasi Indoensia.

Dari pemancar tersebut direlay ke pemancar radio Malabar di Gunung Puntang, sehingga proklamasi kemerdekaan Indoenesia bisa didengar ke penjuru dunia.

Baca Juga: Kabar Kemerdekaan, dari Bandung untuk Dunia

Sejarah tersebut menjadikan jalan yang terdapat pemancar radio di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dinamakan Jalan radio.

Saat ini, bangunan bekas lokasi pancar radio masih berdiri kokoh di Jalan Radio. Namun, fungsinya sudah berubah, menjadi kantor milik PT Telkom.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bojong Kunci: Sejarah Cita Rasa Opak

Jumat, 16 September 2022 | 19:40 WIB

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB
X