Cerita Pendek: DI DEPAN JENAZAH BAPAK

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 09:07 WIB
Ilustrasi cerita pendek DI DEPAN JENAZAH BAPAK (Dodi Rosadi)
Ilustrasi cerita pendek DI DEPAN JENAZAH BAPAK (Dodi Rosadi)

Cerita pendek Puspa Seruni

PISAU itu akan tertancap dalam jika ditusukkan dari jarak yang dekat. Kalimat itu selalu diulang-ulang bapak dulu, saat aku beranjak remaja, saat hatiku mulai berdegup kencang ketika berdekatan dengan wanita, saat aku tak mau lagi dipeluk bapak di depan teman-temanku dan hanya beberapa tahun sebelum akhirnya pisau itu benar-benar tertancap dalam di dadaku. Kini bapak sudah terbaring berselimut kain di tengah ruangan. Semua orang, yang duduk mengelilingi dipan kecil itu, pasti tahu bahwa dia adalah bapak yang baik sekaligus buruk.

Langkahku tertahan di ambang pintu, apalagi saat mata kita bersirobok, seharusnya aku tak perlu ada di sini, seharusnya aku lari sejauh-jauhnya seperti tujuh tahun lalu, seharusnya aku lupakan bahwa aku pernah tinggal di rumah ini.

“Akhirnya kamu datang.”

Kamu berdiri menyambutku dengan pipi yang basah dan kemerahan. Suaramu terdengar serak, tampak sekali sudah menangis terlalu lama. Aku membeku, persis seperti dulu saat melihatmu menitikkan air mata sambil berucap kata maaf dengan bibir gemetar.

Kualihkan pandangan, sekadar menunjukkan bahwa aku tak ingin melihatmu. Seperti tahu bahwa aku tak ingin berbasa-basi, kamu sedikit mundur sambil menunduk untuk memberiku jalan menemui bapak. Seharusnya kamu mundur sejak dulu!

“Bapak terus menyebut namamu.”

Suaramu pelan bercampur isak. Wajahku mengeras, entah menahan kemarahan ataukah menahan duka yang terlalu dalam. Geligiku terdengar gemeretak. Kamu kembali menunduk, seolah memahami masih ada bara di dalam dadaku.

“Dia selalu mengatakan ingin engkau yang memandikan jasadnya.”

Aku mendengar suaramu yang lirih, hampir tertelan oleh tangis yang kembali meledak. Mungkin kamu berusaha menguatkan hati mengatakan pesan terakhir bapak untukku. Dari ujung mata aku melihat bahumu berguncang.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Malati Kari Bodasna

Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:00 WIB

Cerita Pendek: PEREMPUAN YANG INGIN MENYULAM BIBIRNYA

Sabtu, 26 November 2022 | 10:01 WIB

Carita Pondok: VILA CANTIKA

Sabtu, 19 November 2022 | 06:43 WIB

Cerita Pendek: GROOTE POST WEG 17

Sabtu, 12 November 2022 | 14:00 WIB

Carita Pondok: HIJI WENGI SISI TALAGA

Sabtu, 5 November 2022 | 08:36 WIB

Cerita Pendek: KABUT KEMBANG RANDU

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 06:59 WIB

Carita Pondok: KURUPUK UDANG DINA TOPLES

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Cerita Pendek: PERSELINGKUHAN

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 08:06 WIB

Carita Pondok: GUPAY PANUNGTUNG

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:28 WIB

Dongeng Pendek Sunda: Hayang Aya Kumisan

Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:51 WIB

Dongeng Pendek Sunda: Putri Sawidak Loro

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:27 WIB

Dongeng Pendek Sunda: Sangu Sesa

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:30 WIB

Carita Pondok: LENGLANG-LENGLANG SAWAH URANG

Sabtu, 24 September 2022 | 08:44 WIB

Carita Pondok: MARSIH

Sabtu, 10 September 2022 | 07:18 WIB

Cerita Pendek: TAWA DINI HARI

Sabtu, 3 September 2022 | 09:11 WIB

Carita Pondok: TANGKAL DARAJAT

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 10:47 WIB

Cerita Pendek: RADIO

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 11:44 WIB
X