Cerita Pendek: TIANG LISTRIK

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:00 WIB
Ilustrasi cerita pendek Tiang Listrik. (Dodi Rosadi)
Ilustrasi cerita pendek Tiang Listrik. (Dodi Rosadi)

Cerpen Toni Lesmana

“Anjing. Anjing. Anjing...,” hati dan pikiranku mulai lagi mengulang-ulang kata yang sama. Seperti seseorang yang wirid sepenuh rasa rindu. Sementara aku sepenuh rasa sakit. Ini saatnya untuk memanggil kawan-kawan setia.

Jam dua belas malam. Aku berjalan menjauhi kamar kost, menyisir gang. Berhenti di depan tiang listrik dekat pos ronda. Kencing lalu mengambil batu bulat sebesar kepala anak-anak. Aku memukul tiang listrik tiga belas kali. Ini isyarat bahwa sakit kepalaku kumat. Pengumuman kepada seluruh kampung. Kawan-kawan setia akan segera datang dengan satu dua botol minuman, biasanya begitu. Harus. Apalagi malam minggu seperti ini, paling sedikit lima botol.

Kawan-kawanku itu memang sangat baik dan pengertian. Tentu saja tidak serta merta begitu. Awalnya, mereka tak jauh beda dengan penghuni kampung lainnya yang selalu mencemooh. Tapi berkat pengembaraanku mendatangi dan menggebuki mereka beruntun dalam beberapa malam. Akhirnya mereka menjadi kawan setia yang selalu datang menemani di saat-saat begini. Kesetiaan yang mula-mula nampak menyiksa mereka. Tapi lama-lama mereka nampak menikmatinya. Setidaknya begitu pengamatanku selama ini.

Mereka adalah anak-anak muda yang biasa nongkrong malam-malam di mulut gang. Mabuk dan meracau. Tak ada kerjaan lain. Mengganggu perempuan lewat, sesekali memalak orang-orang yang penakut. Mereka memang mengesalkan, tapi itu dulu, selepas kugebuki mereka menjadi menyenangkan. Apa saja yang kuperlukan mereka akan menyediakan. Ya, kodenya itu. Tiga belas kali pukulan batu ke tubuh tiang listrik. Seperti pukulan batu ke tubuh mereka, di malam-malam yang mungkin tak bisa mereka lupakan.

Tiang listrik yang penyok-penyok ini barangkali sudah bosan aku pukul malam-malam. Ya, malam lah. Siang hari aku tak ada waktu untuk memukulnya, pekerjaan sebagai pegawai perpustakaan pribadi seorang tua gila menguras siangku. Buku-buku membuatku sibuk dan bungkuk. Tapi itu pekerjaan paling baik, daripada harus berurusan dengan manusia. Buku-buku itu tidak rewel sekalipun memang menjengkelkan.

“Anjing. Anjing. Anjing ...”

Kulihat bulan bulat perak di langit. Bulan yang serakah. Terangnya melenyapkan kerlip bintang yang mirip kedip mata Romlah, biduan kampung. Lama sudah menunggu, tak ada satu pun datang. Tidak biasanya. Keterlaluan. Kepalaku kian berdenyut, sakit sekali. Setiap malam begini, lebih-lebih kalau sedang purnama. Apa hubungannya cahaya serakah itu dengan isi kepalaku? Mungkin isi kepalaku ini melulu laut. Lautan anjing yang selalu pasang kalau datang purnama.

Satu jam berdiri dan merapal anjing di samping tiang listrik. Apa mereka mampus karena over dosis, seperti berita-berita yang kubaca di koran. Tapi mereka tak pernah datang dengan minuman yang aneh-aneh. Malah makin ke sini makin bermerk kiriman mereka itu. Kiriman mereka itu juga yang membuatku kian getol memukul tiang listrik 13 kali. Reaksinya langsung menggebuk mampus sakit gigitan anjing di kepala, juga tanpa mencret di pagi harinya.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Malati Kari Bodasna

Sabtu, 3 Desember 2022 | 10:00 WIB

Cerita Pendek: PEREMPUAN YANG INGIN MENYULAM BIBIRNYA

Sabtu, 26 November 2022 | 10:01 WIB

Carita Pondok: VILA CANTIKA

Sabtu, 19 November 2022 | 06:43 WIB

Cerita Pendek: GROOTE POST WEG 17

Sabtu, 12 November 2022 | 14:00 WIB

Carita Pondok: HIJI WENGI SISI TALAGA

Sabtu, 5 November 2022 | 08:36 WIB

Cerita Pendek: KABUT KEMBANG RANDU

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 06:59 WIB

Carita Pondok: KURUPUK UDANG DINA TOPLES

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Cerita Pendek: PERSELINGKUHAN

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 08:06 WIB

Carita Pondok: GUPAY PANUNGTUNG

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:28 WIB

Dongeng Pendek Sunda: Hayang Aya Kumisan

Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:51 WIB

Dongeng Pendek Sunda: Putri Sawidak Loro

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:27 WIB

Dongeng Pendek Sunda: Sangu Sesa

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:30 WIB

Carita Pondok: LENGLANG-LENGLANG SAWAH URANG

Sabtu, 24 September 2022 | 08:44 WIB

Carita Pondok: MARSIH

Sabtu, 10 September 2022 | 07:18 WIB

Cerita Pendek: TAWA DINI HARI

Sabtu, 3 September 2022 | 09:11 WIB

Carita Pondok: TANGKAL DARAJAT

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 10:47 WIB

Cerita Pendek: RADIO

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 11:44 WIB
X