Cerita Pendek: LELAKI DI BUS MALAM YANG DUDUK DI SEBELAHKU

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 09:36 WIB
Ilustrasi cerpen Lelaki di Bus Malam yang Duduk di Sebelahku. (Dodi Rosadi)
Ilustrasi cerpen Lelaki di Bus Malam yang Duduk di Sebelahku. (Dodi Rosadi)

Oleh Hermawan Aksan

ENTAH kapan lelaki itu mulai mengikutiku. Maksudku, aku yakin dia laki-laki meskipun tidak bisa memandang wajahnya karena ia mengenakan topi yang bagian depannya seakan-akan ditarik supaya menutupi wajahnya, dan aku yakin dia mengikutiku

Lampu di dalam bus remang-remang.

Aku duduk di jok kiri, nomor lima dari depan, merapat ke jendela, dan orang itu duduk di jok kanan yang sejajar denganku.

Keningku menempel di kaca, serasa menyentuh permukaan es. Ada butiran-butiran embun karena pendingin udara yang mungkin disetel maksimal, membiaskan cahaya lampu jalan, kendaraan, dan gedung-gedung.

Keluar dari pul, bus bergerak pelan seperti siput. Senja baru saja berselimut malam dan jalanan dalam kota masih ramai dengan kendaraan para pekerja yang pulang terlambat. Tapi aku tidak mendengar suara mesin atau klakson mobil. Sunyi, seperti pemandangan film bisu. Di luar, jalan aspal basah oleh bekas hujan.

Para penumpang tampaknya lebih suka memejamkan mata, mencoba lelap atau mungkin sudah terlelap. Sebagian lain memilih menyalakan gawai di tangan masing-masing.
Tak ada teriakan kondektur sebagaimana biasanya. Tak ada obrolan antara sopir dan kondektur. Bahkan tak ada obrolan di antara penumpang. Hanya terdengar derum pelan mesin bus.

Sebuah keheningan yang aneh.

Di sebuah perempatan, bus berbelok ke kiri, melaju di jalan yang lebih sempit dan berliku. Di sebuah titik, bus berhenti dan kondektur membuka pintu depan tanpa menanyakan tujuan sekumpulan orang yang sudah menunggu. Tiga atau empat lelaki dengan tas di punggung atau tangan meloncat ke dalam bus. Di lorong bus, mereka menyebar mengisi kursi-kursi yang masih kosong. Aku yakin mereka menarik napas lega karena masih dapat kursi untuk duduk.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sapedah Hias

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:34 WIB

Carita Pondok: SAJERONING ATI

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:54 WIB

Cerita Pendek: DI DEPAN JENAZAH BAPAK

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 09:07 WIB

Carita Pondok: MANG INTA MUNGGAH HAJI

Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:13 WIB

Cerita Pendek: KADIR DAN SELAWAT KERUPUK UDANG

Sabtu, 23 Juli 2022 | 12:00 WIB

Carita Pondok: NU HARAYANG DITIKAH

Sabtu, 16 Juli 2022 | 10:06 WIB

Cerita Pendek: GARA-GARA TELEVISI

Sabtu, 9 Juli 2022 | 10:10 WIB

Carita Pondok: BOROK

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:26 WIB

Cerita Pendek: TIANG LISTRIK

Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:00 WIB

Carita Pondok: MORO SAWARGA

Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:13 WIB

Carita Pondok: LATAR LAYAR

Sabtu, 4 Juni 2022 | 10:59 WIB

Carita Pondok: DINA TUNGTUNG SIMPE

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:14 WIB

Cerita Pendek: SAJAK LI BAI YANG SEKARAT

Sabtu, 14 Mei 2022 | 09:45 WIB

Carita Pondok: SANEKALA

Sabtu, 7 Mei 2022 | 07:39 WIB

Cerita Pendek: PERTEMUAN PADA SUATU MALAM

Sabtu, 30 April 2022 | 11:31 WIB

Cerita Pendek: KISAH YANG TAK BERKESUDAHAN

Sabtu, 16 April 2022 | 10:48 WIB

Sastra Sunda: DEMONSTRASI

Sabtu, 9 April 2022 | 11:25 WIB

Cerita Pendek: PUASA TANPA KEPALA KELUARGA

Sabtu, 2 April 2022 | 14:04 WIB
X