Cerita Pendek: DERA LARA

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 06:47 WIB
Ilustrasi cerpen Dera Lara. (Dodi Rosadi)
Ilustrasi cerpen Dera Lara. (Dodi Rosadi)

Oleh: Triana Rahayu

LAMPU DIPADAMKAN. Aku balik badan seketika, lalu memejamkan mata. Kugigit bibir kuat-kuat. Telingaku awas mendeteksi semua gerakan. Setiap gemerisik seprai membuat jantungku bergemuruh kencang. Sementara hatiku sibuk melantunkan doa-doa panjang.

“Kamu baik-baik saja, Lara?” Bisik Sean, tepat di telingaku.

“Ya,” jawabku lemah sambil menelan ludah. Kugenggam ujung bantal erat-erat. Menekan kegugupanku. Hanya dinding kamar yang tahu, bagaimana wajahku memucat. Sorot lampu taman yang menyusup lewat celah jendela merekam ketakutanku.

Perlahan Sean menjatuhkan tubuh di sampingku. Menyusup masuk ke dalam selimut. Diciuminya rambutku dengan lembut, sementara tangannya bergerak perlahan, merangkul tubuhku dari belakang. Napas hangat Sean meniupi tengkukku. Sapuan-sapuan penuh maksud yang membelai kulit. Aku meringis. Menarik kakiku perlahan, meringkuk dalam selimut.

Bibir Sean yang hangat mulai menyesap tengkukku. Bergerak perlahan menjelajahi setiap inci tubuhku yang mendadak dingin. Ada embusan-embusan napas lembut yang memburu. Aku menahan napas. Bibir Sean bergerak semakin jauh, mendekati bagian tubuhku yang paling sensitif. Tubuhku menegang. Airmata yang tertahan, mengembuni  kornea mataku, perlahan menitik jatuh. Dalam titik kepasrahan aku terisak.

Sean menghentikan aksinya. Bibir Sean membeku di dadaku, dalam diam yang panjang. Tubuhku terguncang hebat. Bersama gerimis yang meluruh di luar jendela, tangisku pecah.

“AKU INGIN BERCERAI!” Ucapku seminggu kemudian pada suatu siang. Cheryl yang sedang mengamati tanaman Paprika dalam polybag langsung memalingkan wajah. Ditariknya segelas lemonade di atas meja, menyodorkan gelas itu ke hadapanku.

“Minumlah dulu! Cuaca panas kadang membuat kita tidak bisa berpikir jernih,” perintah Cheryl.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Artikel Terkait

Terkini

Carita Pondok: SAJERONING ATI

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:54 WIB

Cerita Pendek: DI DEPAN JENAZAH BAPAK

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 09:07 WIB

Carita Pondok: MANG INTA MUNGGAH HAJI

Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:13 WIB

Cerita Pendek: KADIR DAN SELAWAT KERUPUK UDANG

Sabtu, 23 Juli 2022 | 12:00 WIB

Carita Pondok: NU HARAYANG DITIKAH

Sabtu, 16 Juli 2022 | 10:06 WIB

Cerita Pendek: GARA-GARA TELEVISI

Sabtu, 9 Juli 2022 | 10:10 WIB

Carita Pondok: BOROK

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:26 WIB

Cerita Pendek: TIANG LISTRIK

Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:00 WIB

Carita Pondok: MORO SAWARGA

Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:13 WIB

Carita Pondok: LATAR LAYAR

Sabtu, 4 Juni 2022 | 10:59 WIB

Carita Pondok: DINA TUNGTUNG SIMPE

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:14 WIB

Cerita Pendek: SAJAK LI BAI YANG SEKARAT

Sabtu, 14 Mei 2022 | 09:45 WIB

Carita Pondok: SANEKALA

Sabtu, 7 Mei 2022 | 07:39 WIB

Cerita Pendek: PERTEMUAN PADA SUATU MALAM

Sabtu, 30 April 2022 | 11:31 WIB

Cerita Pendek: KISAH YANG TAK BERKESUDAHAN

Sabtu, 16 April 2022 | 10:48 WIB

Sastra Sunda: DEMONSTRASI

Sabtu, 9 April 2022 | 11:25 WIB

Cerita Pendek: PUASA TANPA KEPALA KELUARGA

Sabtu, 2 April 2022 | 14:04 WIB

Sastra Sunda: LALAKON KOPLOK

Sabtu, 26 Maret 2022 | 08:20 WIB
X