Pabrik Kina Bukit Unggul, Industri Warisan Belanda Kini di Ujung Tanduk

- Kamis, 3 Maret 2022 | 17:33 WIB
Pabrik Kina Bukit Unggul boleh dibilang pabrik paling baru karena didirikan sekitar abad 19. Pabrik pertama itu ada di daerah Cinyiruan. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Pabrik Kina Bukit Unggul boleh dibilang pabrik paling baru karena didirikan sekitar abad 19. Pabrik pertama itu ada di daerah Cinyiruan. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Kina pertama kali dibudidayakan oleh seorang naturalis Jerman bernama Junghuhn di Kebun Raya Bogor. Adapun benih kina di Jawa dibawa dari daerah Amerika Selatan. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Pada masa jayanya Perkebunan Bukit Unggul menanam 4 juta pohon kina di lahan seluas 776 hektar.

Tiap hektar lahan ditanami 6.500 kina dan menghasilkan 100 ton kina kering. Namun akibat terus merosotnya permintaan pasar, saat ini, tanaman kina hanya ada 20 persen di tiap 1 hektar lahan.

Penurunan penen kulit kina disebabkan karena adanya pengurangan karyawan serta pemangkasan biaya perawatan dan pembaharuan tanaman kina. 

"Saat ini karyawan tinggal 5 orang. Kami juga hanya fokus merawat kina yang sudah ada. Kita tidak melakukan replanting," jelas Nana. 

Baca Juga: Sejarah Pabrik Kina Bandung Cuma Hiasan, Gedung Cagar Budaya Itu Malah Terbengkalai

Terjun bebas bisnis kina membuat pihak perkebunan memakai skema bisnis lain dengan cara menyewakan lahan perkebunan kina untuk bisnis agro wisata dan pertanian. Hal itu agar lahan milik PTPN VIII tersebut tetap menyumbang profit. Skema ini berkonsekuensi lahan kebun kina makin menipis. 

"Kita sewakan beberapa lahan untuk pemanfaatan agro wisata dan pembukaan lahan pertanian," terangnya.

Solusi Wabah Malaria

Pada masa jayanya Perkebunan Bukit Unggul menanam 4 juta pohon kina di lahan seluas 776 hektar. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Artikel Terkait

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X