Sejarah Penjara Banceuy dan Kengerian yang Terkurung di Dalamnya

- Kamis, 17 Februari 2022 | 10:42 WIB
Dalam catatan sejarah Penjara Banceuy, tempat itu sempat digunakan sebagai sel tahanan sampai tahun 1982, namun kemudian dialihfungsikan sebagai ruko. (jabar.kemenkumham.go.id)
Dalam catatan sejarah Penjara Banceuy, tempat itu sempat digunakan sebagai sel tahanan sampai tahun 1982, namun kemudian dialihfungsikan sebagai ruko. (jabar.kemenkumham.go.id)

Dalam catatan sejarah Penjara Banceuy, tempat itu sempat digunakan sebagai sel tahanan sampai tahun 1982, namun kemudian dialihfungsikan sebagai ruko.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Tak jauh dari keramaian Jalan Braga dan Asia Arfrika, di pusat Kota Bandung, tersisa situs sejarah terpencil. Letaknya berada di belakang gedung perkantoran dan pertokoan Kompleks Banceuy Permai, Jalan Banceuy, tetapi yang tampak kini hanya sedikit struktur dari masa lalu.

Dahulu, situs itu disebut Penjara Banceuy. Sempat menjadi saksi sejarah penahanan proklamator Indonesia, Ir. Soekarno dan kedua rekannya di Partai Nasional Indonesia (PNI), Gatot Mangkuprdja dan Maskun Sumadireja, selama kurang lebih 7 bulan. 

Sebelum masuk ke dalam penjara, Soekarno digiring masuk ke gerbong kereta api yang seluruh jendelanya ditutup rapat, pada 30 Desember 1929. Bersama Gatot Mangkupradja dan Maskun, pemuda yang jadi tokoh sentral pergerakan kemerdekaan itu diangkut meninggalkan Yogyakarta menuju Bandung.

Dalam penjagaan ketat, Soekarno, Gatot, dan Maskun diturunkan di Stasiun Cicalengka, sekitar 30 kilometer di timur Kota Bandung. Dari sana, sebuah mobil mengangkut ketiganya menuju pusat kota.

Her Suganda, dalam bukunya Jejak Soekarno di Bandung (1921-1934), menggambarkan secara rinci rute perjalanan yang ditempuh 30 menit lebih cepat dari biasanya itu.

Baca Juga: Sejarah Taman Lalu Lintas Kota Bandung yang Dahulu Disebut Insulindepark

“Mobil melaju melewati daerah-daerah yang kini bernama Ujungberung, Cicadas, dan kemudian Kosambi. Ketika tiba di dekat alun-alun Kota Bandung, kendaraan tersebut berbelok ke kanan memasuki Jalan Banceuy, lalu berhenti sebentar di depan pintu gerbang sebelum memasuki penjara. Satu per satu penumpangnya kemudian diturunkan,” begitu Her Suganda menulis dalam buku yang diterbitkan pada tahun 2015 tersebut.

Sejak sore itulah Soekarno mendekam di Penjara Banceuy. Bersebelahan dengan kedua rekannya tadi. Soekarno menempati sel nomor 5, Gatot nomor 7, sementara Maskun di sel 9. Pintunya terbuat dari besi tebal, dan di dalamnya hanya terdapat tempat tidur lipat dari besi beralaskan jerami yang dilapisi tikar.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X