Tragedi Sejarah Kecelakaan Pesawat di Tegallega dan Tewasnya Nurtanio

- Jumat, 11 Februari 2022 | 17:07 WIB
Purwarupa pesawat pertama N219 dengan sebutan Nurtanio. Dahulu, pernah terjadi tragedi sejarah kecelakaan pesawat di Tegallega, Kota Bandung, yang menyebabkan tewasnya Nurtanio Pringgoadisuryo. (Wikimedia Commons)
Purwarupa pesawat pertama N219 dengan sebutan Nurtanio. Dahulu, pernah terjadi tragedi sejarah kecelakaan pesawat di Tegallega, Kota Bandung, yang menyebabkan tewasnya Nurtanio Pringgoadisuryo. (Wikimedia Commons)

Pernah terjadi tragedi sejarah kecelakaan pesawat di Tegallega, Kota Bandung, yang menyebabkan tewasnya Nurtanio Pringgoadisuryo.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Beberapa tahun lalu, Presiden Jokowi pernah memberikan pidato menyentuh tentang Nurtanio Pringgoadisuryo.

Kala itu, sang presiden memberikan nama pada pesawat N219, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada tanggal 10 November 2017.

"Seluruh hidupnya didarmabaktikan untuk kedirgantaraan Indonesia," ujar Jokowi.

Dalam memperingati Hari Pahlawan ke-72, Jokowi secara resmi memberi nama purwarupa pesawat pertama N219 dengan sebutan Nurtanio.

Nama "Nurtanio" dipilih karena tak lepas dari jasa Laksamana Muda (Laksda) Udara (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo yang telah merintis pembuatan pesawat terbang di Tanah Air sejak tahun 1946.

Baca Juga: Sejarah Bisbol di Bandung yang Jarang Mendapat Sorotan

Nurtanio Pringgoadisuryo dikenal sebagai salah seorang perintis berdirinya industri pesawat terbang yang bekerja di Biro Perencana Konstruksi Pesawat di lingkungan Tentara Republik Indonesia berkedudukan di Madiun yang merupakan cikal bakal lahirnya industri dirgantara di Indonesia. 

Sejarah panjang berdirinya PTDI tidak dapat dipisahkan dengan sejarah berdirinya TNI AU, tahun 1946 didirikan Biro Perencana Konstruksi Pesawat di lingkungan Tentara Republik Indonesia berkedudukan di Madiun yang kemudian dipindahkan ke Andir (sekarang Husein Sastranegara) di Kota Bandung

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X