Karang Panganten: Legenda Sangkuriang dan Punahnya Hutan di Kars Citatah

- Kamis, 3 Februari 2022 | 11:44 WIB
Perbukitan Karang Panganten di Kampung Cinangsi, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Perbukitan Karang Panganten di Kampung Cinangsi, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Ekploitasi tambang kapur mengancam perbukitan Karang Panganten di Kampung Cinangsi, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Meski terlihat mulus dari kejauhan, bukit dengan nama lain Tebing Citatah 90 itu tengah digerogoti kerusakan. Tambang kapur berserta alat berat beroperasi dari dua sisi sekaligus, Utara dan Selatan.

Padahal jauh sebelum alat berat menginvasi kawasan ini, Karang Panganten merupakan tempat paling indah sekaligus laboratorium bumi Bandung paling komplit.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Karang Panganten, Tempat Bocah hingga Lansia Belajar Panjat Tebing

Lokasi ini jadi bukti nyata pembentukan pulau Jawa, sekitar 25 juta tahun lalu. Waktu itu, Karang Panganten adalah laut dangkal, tempat hidup terumbu karang serta ragam flora-fauna laut lainnya.

Pada sisi budaya, Karang Panganten diyakini masyarakat jadi salah satu tempat dalam Legenda Sangkuriang. Sebagian masyarakat meyakini Gunung Karang Panganten adalah tempat pertemuan pertama antara Sangkuriang dan Dayang Sumbi, setelah terpisah sekian lama. Sebagian lagi menyebut lokasi ini bakal dijadikan pelaminan Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

"Cerita orang dulu Karang Panganten ini masih berkaitan dengan Sangkuriang. Ada banyak versi pokoknya," kata salah seorang warga Cinangsi, Muhammad Fikri Maulana ditemui beberapa waktu lalu.

Perbukitan Karang Panganten di Kampung Cinangsi, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Menurut Fikri, Legenda Sangkuriang bukan saja di Karang Panganten. Nama-nama tempat, gunung, serta sebagai sungai di kawasan Karst Citatah banyak dikaitkan masyarakat dengan folklor Sangkuriang.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X