Bioskop Tertua di Bandung Dahulu Bernama Radio City

- Rabu, 19 Januari 2022 | 11:44 WIB
Dalam catatan sejarah, bioskop tertua di Bandung pada masa lalu bernama Radio City. Kini ia berstatus Bangunan Cagar Budaya Golongan A, dengan sebutan Bioskop Dian. (Ayobandung.com)
Dalam catatan sejarah, bioskop tertua di Bandung pada masa lalu bernama Radio City. Kini ia berstatus Bangunan Cagar Budaya Golongan A, dengan sebutan Bioskop Dian. (Ayobandung.com)

Dalam catatan sejarah, bioskop tertua di Bandung pada masa lalu bernama Radio City. Kini ia berstatus Bangunan Cagar Budaya Golongan A, dengan sebutan Bioskop Dian.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Kota Bandung selalu merayakan peringatan Hari Film Nasional dengan penuh suka cita, mengingat tonggak perfilman Indonesia telah dimulai dari Kota Kembang.

Pada masa kolonial Hindia Belanda, sineas lokal membuat bangga bangsa se-Nusantara, dengan dirilisnya film Loetoeng Kasaroeng pada 31 Desember 1926 di Bioskop Elita (bekas lahan Mal Palaguna), 

Kota Bandung pun, pada masa penjajahan Hindia-Belanda, memang merupakan kota terpilih yang akan dijadikan Ibu kota. Ini terbukti dengan berbagai gedung penting dibangun, seperti Gedung Sate yang nantinya akan digunakan sebagai kantor Gubernur Jenderal dan Kantor Pos.

Pusat kota di Bandung saat dulu ditandai dengan adanya Alun-Alun. Adanya sebuah lapangan terbuka luas yang termasuk bagian dari halaman Kabupaten dan digunakan masyarakat sebagai tempat kumpul.

Di sekeliling pusat kota terdapat bangunan-bangunan penting yang fungsional seperti Pendopo, Masjid Agung, dan sarana hiburan yaitu bioskop.

Baca Juga: Sekolah Musik Tataloe dan Kreativitas Orang Bandung Memberdayakan Sampah

Terdapat sedikitnya empat gedung bioskop yang dahulunya berdiri di sekitaran kompleks Kabupaten, antara lain Bioskop Elita, Oriental, Varia (ketiganya berdiri berderet), serta Radio City yang letaknya persis di samping dengan kompleks Kabupaten.

Radio City dibangun pada tahun 1925 [beberapa sumber lain menyebut dibangun 1930] dan dikelola oleh J.F.W de Kort dan Thio Tjoan Tek.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X