Cerita Pendek: PEREMPUAN GELAS RETAK

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:01 WIB
Ilustrasi Perempuah Gelas Retak. (Arsacadipura)
Ilustrasi Perempuah Gelas Retak. (Arsacadipura)

Oleh Kartika Catur Pelita

                                                   

“Anakmu si Badriah hamil? Tak ada lakinya? Oh, hamil sama mandor pabrik. Mengapa tak digugurin saja sih, Pak?” Rosalina alias Tumi Rukini, pelacur yang biasa mangkal di kawasan Terminal Lama, di belakang toko La Mode, bicara enteng, seenak udel, asal njeplak.

Perempuan menor berumur tiga puluh dua tahun itu menyemburkan asap rokok. Siang kerontang terasa semakin panas. Sambil membuatkan segelas kopi, ia membayangkan sosok Badriah, anak tirinya yang cantik. Cantik tapi bego dan malang.

Satpam Toyib ikut menyulut rokok. Kopi baru separuh diteguk, ia meminta Rosalina memijatnya. Rosalina dengan senang hati melakukannya, bahkan ia sengaja memancing gairah mandor Toyib. Mandor Toyib tergugah, dan menggumulinya.

Kos-kosan di kawasan belakang pabrik berupa rumah petak berharga sewa murah. Rosalina tinggal di sana, setelah kawin siri dengan Toyib, satpam pabrik kayu lapis. Tak apa sebagai istri ketiga. Demi status. Daripada sebagai begenggek, ia tak memiliki status jelas di kehidupan masyarakat. Para lelaki hanya mengincar tubuh dan kelaminnya.

Satpam Toyib beda. Lelaki berumur lima puluhan tahun itu, tua tapi masih kuat dan gagah di ranjang, mau menerima kehidupan Rosalina sebagai perempuan jalang. Satpam Toyib pun memberinya izin melacur, bahkan terkadang mengantarnya bekerja.

“Kandungannya sudah gede. Bahaya.” Satpam Toyib turut mengembuskan asap rokok, usai mereka menuntas gairah. Gumpalan-gumpalan asap menari sebelum kocar-kacir diterjang angin. 

“Mengapa tak bilang aku, saat kandungannya masih piyik. Kan bisa dipites. Diluntuin. Bebas perkara. Tak bikin pusing,” gumam Rosalina.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerita Pendek: PEREMPUAN GELAS RETAK

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:01 WIB

Sastra Sunda: HIBER KA BULAN

Sabtu, 8 Januari 2022 | 07:09 WIB

Cerita Pendek: LASTRI

Sabtu, 1 Januari 2022 | 15:59 WIB

Istilah-istilah Hujan dalam Bahasa Sunda

Senin, 27 Desember 2021 | 19:08 WIB

Sastra Sunda: PAGAWE BANK

Sabtu, 25 Desember 2021 | 07:32 WIB

Cerita Pendek: AISARA BILANG MENCINTAIKU

Sabtu, 18 Desember 2021 | 02:39 WIB

Sastra Sunda: CINTA NU KARI 10%

Sabtu, 11 Desember 2021 | 10:33 WIB

Cerita Pendek: PEREMPUAN BERWAJAH DINGIN

Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:25 WIB

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Sabtu, 27 November 2021 | 08:24 WIB

Cerita Pendek: PEREMPUAN DAUN PISANG

Sabtu, 20 November 2021 | 08:34 WIB

Sastra Sunda: ONDANGAN

Sabtu, 13 November 2021 | 10:01 WIB

Cerita Pendek: RAHASIA PINTU

Sabtu, 6 November 2021 | 09:37 WIB

Sastra Sunda: TINA JANDELA

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10:25 WIB

Cerpen: ROH SI PUYANG

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:52 WIB
X