Sejarah Benteng Gedong Dalapan Bandung, Diyakini Banyak Simpan Harta Karun Belanda

- Selasa, 28 Desember 2021 | 11:09 WIB
Sejarah Benteng Gedong Dalapan Bandung. (Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki)
Sejarah Benteng Gedong Dalapan Bandung. (Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki)

sejarah Benteng Gedong Dalapan yang diyakini masih menyimpan harta karun Belanda.

CILILIN, AYOBANDUNG.COM -- Di Kampung Pasir Gagak, RT 02/03, Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat terdapat sebuah benteng yang menjadi saksi bisu penjajahan Belanda. Benteng tersebut bernama Benteng Gedong Dalapan.

Benteng ini merupakan sebuah bangunan berbentuk ruangan dan bunker. Kondisi benteng kini sudah rusak dan tak terurus. Tembok di setiap bangunannya sudah ada yang runtuh dan tertimbun oleh tanah dan rumput liar.

Kondisi di sekitarnya yang sudah beralih fungsi, dijadikan area perkebunan singkong, jagung, dan sayuran.

Baca Juga: Benteng Belanda Cililin, Tembok Pertahanan Kolonial yang Dibangun dengan Upah Murah

Berdasarkan catatan sejarah Benteng Gedong Dalapan, benteng yang berada di Pasir Gagak dengan ketinggian sekitar 764 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dibuat oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada abad ke-19 awal atau sekitar 1900-1906. Bangunan menggunakan material pondasi baru dan cor.

Luas komplek benteng pertahanan ini kurang lebih 25 hektare yang berfungsi sebagai tempat untuk mengawasi dan menjaga aset Pemerintah Kolonial Belanda kala itu yang tersebar di Bandung Barat.

Abah Atang (84), salah satu warga yang menjadi saksi keberadaan benteng itu bercerita bawah, pembuatan benteng tersebut dipimpin oleh seseorang yang dikenal dengan sebutan Tuan Bengkok dan Tuan Jackson. Benteng itu menurutnya dulu cukup megah.

"Sepengetahuan Abah, masih remaja kondisi di sini masih hutan. Bangunan itu dijadikan oleh tentara untuk perang jadi tempat pertahanan," kata Abah Atang kepada Suara.com belum lama ini.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X