13 Buku Karya Mohamad Koerdie Alias Sjarif Amin

- Jumat, 19 November 2021 | 14:47 WIB
Sebagian buku karya Mohamad Koerdie alias Sjarif Amin. Mohamad Koerdie menulis total 13 buku: 9 buku fiksi dan 4 nonfiksi. Satu biografi Mohamad Koerdie ditulis oleh Suradi Hp. (Istimewa)
Sebagian buku karya Mohamad Koerdie alias Sjarif Amin. Mohamad Koerdie menulis total 13 buku: 9 buku fiksi dan 4 nonfiksi. Satu biografi Mohamad Koerdie ditulis oleh Suradi Hp. (Istimewa)

7. Sempalan dari De Diamant karya Harry Mulisch. Diterbitkan pertama kali sebagai buku pada 1983 oleh Penerbit Sumur Bandung. Buku ini merupakan satu-satunya buku Mohamad Koerdie yang menggunakan nama penulis Sjarif-Amin Raéhan.

Baca Juga: Robert Alberts Rampung Menulis Buku, Membahas tentang Apa?

8. Tidak diberi judul. Buku setebal 166 halaman ini ditulis bersama ayahnya, Muhamad Sarkawi. Muhamad Sarkawi menulis 142 halaman dan selesai 23 Februari 1920. Dua puluh empat halaman sisanya diteruskeun oleh Mohamad Koerdie dan baru selesai pada 20 Oktober 1944.

9. Tidak diberi judul. Ini tampaknya bukan karya asli. Soalnya, menurut Muhamad Sarkawi, buku mengenai Syekh Abdulkadir Zaelani ini dibeli Rp 3 dari Mas Muhamad Suja’i tanggal 2 Januari 1911. Oleh Mohamad Koerdie, buku ditik ulang dan dijilid tebal pada 1945.

Empat Buku Nonfiksi Karya Mohamad Koerdie

Sementara itu, empat karya nonfiksi Mohamad Koerdie adalah:

1. Perjoangan Paguyuban Pasundan 1914-1942. Buku ini selesai ditulis tahun 1983. Cetakan perdananya dikerjakan oleh Penerbit Sumur Bandung pada 1984, selanjutnya diteruskan oleh Pustaka Jaya pada 2013.

2. Di Lembur Kuring. Kumpulan sketsa berdasarkan pengalaman Koerdie di desanya, Ciamis. Pertama kali dicetak sebagai buku pada 1961 oleh Penerbit Ganaco di Jalan Gereja No. 3 (sekarang jadi Gedung Bank BNI di Jalan Perintis Kemerdekaan). Tahun 1964 mengalami cetak ulang, dicetak lagi pada 1982 oleh penerbit Sumur Bandung. Pada 1984 dicetak lagi oleh Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3. Keur Kuring di Bandung. Kumpulan tulisan sketsa tentang kehidupan atau dinamika Kota Bandung. Tulisan ini semula berupa rubrik ”Ti Sisi Jalan” dan dimuat di Mingguan Sipatahoenan dari tahun 1964 sampai 1965. Lantaran topiknya sama, selanjutnya dikumpulkan dan diterbitkan pertama kali sebagai buku pada tahun 1983 oleh Penerbit Pelita Massa.

Baca Juga: Di Toko Bunga Palasari, Hanya Karangan Bunga Ucapan Duka yang Laku Diburu

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X