Sejarah Bioskop-bioskop Bandung, dari Film Hollywood hingga Film Lokal

- Minggu, 14 November 2021 | 18:00 WIB
Bioskop Elita merupakan bioskop elite setelah Concordia yang dibangun tahun 1910-an dengan gaya arsitektur Art Nouveau. (Bandung Heritage | mooibandoeng)
Bioskop Elita merupakan bioskop elite setelah Concordia yang dibangun tahun 1910-an dengan gaya arsitektur Art Nouveau. (Bandung Heritage | mooibandoeng)
 
Sejarah bioskop Bandung tersedia dalam artikel ini.
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki jumlah bioskop cukup banyak. Tak hanya saat ini, saat zaman kolonial pun, Bandung telah memiliki sejumlah bioskop.
 
Kata bioskop berasal dari bahasa Belanda yaitu Bioscoop. Lebih jauh, bioscoop berasal dari dua kata Yunani dari bahasa Yunani βιος, bios (yang artinya hidup) dan σκοπος, skopos (yang artinya "melihat") adalah tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar.
 
Bagi pembaca yang ingin mengetahui sejarah bioskop Bandung, berikut rangkuman 6 bioskop yang pernah berdiri di Kota Bandung. 
 
 
 
Elita Bioscoop merupakan salah satu bioskop paling elit di eranya. Hanya orang-orang terpilih yang boleh menonton dengan pakaian rapi dan memakai sepatu.
 
Bioskop Elita merupakan bioskop elite setelah Concordia yang dibangun tahun 1910-an dengan gaya arsitektur Art Nouveau. (Bandung Heritage | mooibandoeng)
 
Dahulu bioskop ini terletak di sebelah timur Masjid Agung Kota Bandung. Bioskop ini dimiliki oleh F. A. A Buse, seorang raja bioskop yang memiliki jaringan besar Elita Concern.
 
Bioskop ini dibangun pada 1910an dengan gaya arsitektur Art Nouveau dan sempat berganti nama menjadi Puspita tahun 1960an.
 
 
 
Bioskop Majestic terletak di Jalan Braga. Dahulu, bioskop ini menjadi salah satu saksi sejarah diputarnya film pertama Indonesia yakni. film Loetoeng Kasaroeng. Film ini mulai tayang di bioskop Bandung pada 1926.
 
Bioskop ini dibangun oleh Technisch Bureau Soenda pada 1920. Pembangunan gedung itu terealisasi pada 1922. Dahulu juga dikenal sebagai bioskop Concordia.
 
Bioskop Majestic. (dok. Humas Setda Kota Bandung)
 
Dalam perkembangannya, bioskop ini bayak dikenal dengan Majestic. Bioskop Majestic mewakili gaya campuran teknik konstruksi modern dari barat dengan seni ukir tradisional Indonesia yang sering disebut gaya arsitektur Indo-Europeeschen Architectuur Stijl.
 
Sejak 2000, gedung bioskop itu dijadikan Sekretariat Pusat Kebudayaan Asia Afrika (AACC).
 
 
Bioskop yang yang terletak di samping Pendopo Kota Bandung ini dibangun pada 1930 ini. Dahulu bioskop ini milik orang Belanda bernama F. J. W de Kort.
 
Sebelumnya, Bioskop yang berada di Kawasan Jalan Dalem Kaum tersebut bernama Radio City.
 
Namun, setelah Indonesia merdeka dan bioskop tersebut dinasionalisasi menjadi Bioskop Dian pada tahun 1960-an, barulah orang-orang pribumi dapat merasakan nyamannya nonton di bioskop.
 
Gedung eks Bioskop Dian di Jalan Dalem Kaum No. 58, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)
 
Dahulu bioskop ini dikenal sebagai bioskop India. Pasalnya, bioskop ini lebih sering memutar film-film Bollywood.
 
Setelah nasionalisasi, bioskop dimiliki dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Jasa Kepariwisataan Provinsi Jawa Barat sampai sekarang. Bangunan Cagar Budaya, Perda Kota Bandung No: 19/2009.
 
 
Bioskop Rex terletak di Jalan Merdeka. Bioskop ini dibangun pada 1920. Pada 1950, bioskop Rex diganti menjadi Panti Budaya, hingga berubah fungsi menjadi ruang kuliah Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan yang sekarang bernama Universitas Katolik Parahyangan.
 
 
Bioskop Panti Karya terletak di Jalan Merdeka, tepatnya di seberang Bandung Indah Plaza. Bioskop ini berdiri pada 1957.
 
Mulanya bangunan dipakai sebagai kantor PJKA milik PT KAI dan memiliki beberapa lantai. Baru kemudian di tahun 1970-an, lantai paling bawah difungsikan sebagai bioskop dan hanya memiliki satu studio saja. Namun kala itu, Panti Karya termasuk bioskop elite di Bandung.
 
 
6. Bioskop Pop Theater dan Presiden
 
Bioskop ini terletak di Jalan Braga yang saat ini menjadi gedung Landmark Braga. Letaknya Bersebelahan dengan rel kereta api. Sedangkan di seberangnya terdapat bioskop Presiden.
 
Demikian sejarah bioskop Bandung yang kini menjadi bangunan bersejarah.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Buku Karya Mohamad Koerdie Alias Sjarif Amin

Jumat, 19 November 2021 | 14:47 WIB

Nenek Moyang PT KAI, Perusahaan Kereta Api SS di Bandung

Kamis, 30 September 2021 | 09:30 WIB

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X