Di Hotel Tjimahi, Raymond Westerling si Pembantai 100 Prajurit TNI Bersembunyi

- Kamis, 2 September 2021 | 21:27 WIB
Hotel Tjimahi menyimpan momen paling menegangkan dalam sejarah Bandung Raya. Di sana, Raymond Westerling pembantai Prajurit TNI bersembunyi. (Wikimedia Commons/Ministerie van Defensie (CC))
Hotel Tjimahi menyimpan momen paling menegangkan dalam sejarah Bandung Raya. Di sana, Raymond Westerling pembantai Prajurit TNI bersembunyi. (Wikimedia Commons/Ministerie van Defensie (CC))

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Hotel Tjimahi menyimpan momen paling menegangkan dalam sejarah Bandung Raya. Di sana, Raymond Westerling pembantai Prajurit TNI bersembunyi.

Pokok ceritanya berkaitan dengan peristiwa tanggal 23 Januari tahun 1950. Kala itu, terjadi kudeta Angkatan Perang Ratu Adil atau APRA yang menewaskan sekitar 100 Prajurit TNI.

Kudeta APRA dipimpin oleh seorang mantan Kapten KNIL, yaitu Raymond Westerling. Ia memimpin milisi APRA masuk ke Kota Bandung dan menembaki semua orang berseragam TNI yang mereka miliki.

Usai kudeta berdarah itu, Raymond Westerling dikabarkan kabur ke Singapura menggunakan pesawat terbang.

Ia kemudian tertangkap oleh Polisi Inggris saat tengah bersembunyi di tempat kawannya, Chia Piet Kay pada 26 Januari 1950. Westerling kemudian ditahan di penjara Changi, Singapura.

Sebelum kabur ke Singapura menggunakan pesawat terbang, Raymond Westerling dikabarkan sempat bersembunyi di sebuah penginapan di Cimahi, tepatnya di Hotel Tjimahi.

Westerling dikabarkan menginap di kamar nomor 12.

Hotel Tjimahi terletak di Jalan Jenderal Amir Machmud itu dibangun tahun 1927-an di atas lahan 3.300 meter persegi atau eranya pemerintahan Hindia-Belanda.

Ketika itu kebutuhan penginapan menjadi salah satu faktor penunjang basis militer yang dibangun pemerintah Hindia Belanda dan juga perlintasan niaga di jalur Jalan Raya Pos.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nenek Moyang PT KAI, Perusahaan Kereta Api SS di Bandung

Kamis, 30 September 2021 | 09:30 WIB

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X