Hotel Swarha yang Kini Usang, Tempat Mengabarkan KAA ke Penjuru Dunia

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 19:20 WIB
Hotel Swarha menjadi saksi bisu era keemasan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955.
Hotel Swarha menjadi saksi bisu era keemasan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955.

REGOL, AYOBANDUNG.COM — Bersore ria melintas kawasan Alun-alun memang merupakan nikmat tersendiri bagi warga Kota Bandung. Dimanjakan oleh keindahan gedung-gedung tua bermandikan cahaya matahari langit senja, hiruk pikuk tengah kota yang sangat khas.

Semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, ada segerombolan anak muda yang sedang asyik melakukan swafoto, tukang becak sedang beristirahat sambil merebahkan badan dalam sempitnya ruang duduk penumpang, banyak dari itu orang-orang menarik gas kendaraannya untuk segera pulang menemui orang terkasihnya.

Begitulah kira-kira lanskap Kota Bandung senja kala, semua bergerak cepat melewati segala hal yang mungkin unik, dan sibuk dengan rutinitas mereka.

Sampai sering terlewatkan apa yang mereka lewati, setiap jengkal Kota Kembang ini sebenarnya bisa diceritakan.

Berjalan di Jalan Asia-Afrika yang mulus itu mungkin kita akan lebih menarik perhatian kepada Gedung Merdeka, Tugu Bola Dunia di pertigaan jalan, atau megahnya Mesjid Agung Bandung. Jika kalian lebih pelan pelan sedikit untuk mengamati sekitar kalian dapat melihat suatu gedung kumuh, tua, dan tidak terawat di persimpangan jalan Asia-Afrika dan Banceuy.

Bukan pos Polisi dan Pak Polisi yang acap kali memberhentikan para pengemudi yang melanggar aturan. Namun tengoklah ke arah sebaliknya. Gedung tak terawat itu mungkin akan menyita kalian sejenak. Gedung itu tepat di sebelah dari Mesjid Raya Agung Bandung dekat dengan jembatan penyembrangan yang sering digunakan remaja sekitar untuk bermadu mesra.

Banyak dari kita yang abai atau bahkan enggan untuk menilik sedetik saja pada apa cerita di balik Gedung lusuh itu. Gedung itu tidak megah, sekarang pun pada lantai dasar dijadkan tempat berjualan kain-kain. Di atas gedung tersebut tersemat nama Swarha, yang pada saat ini huruf S dari kata itu sudah hilang entah kemana. Bangunan itu menjadi saksi bisu era keemasan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955.

Pada saat KAA presiden Soekarno menyiapkan beberapa tempat penginapan untuk para tamu undangan. Mungkin yang santer terdengar adalah Hotel Savoy Homan, namun gedung ini pun salah satu dari sekian banyak tempat singgah para pengunjung pada saat itu. Gedung Swarha merekam bagaimana sepak terjang bangsa Indonesia dalam politik Internasional.

Tidak tahu jelas kapan dan siapa gedung tersebut dibangun, ada yang mengatakan bahwa Wolff Schoemaker-lah dalang pembuat gedung tersebut pada tahun 1930-1935. Namun hal itu pun masih menjadi kabar burung saja yang berseliweran dalam pegiat sejarah Bandung. Yang pasti gedung itu dibangun untuk para tamu undangan dan para jurnalis untuk meliput KAA.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB

4 Tugu Sister City yang Ikonik di Kota Bandung

Rabu, 14 Juli 2021 | 18:30 WIB
X