Museum Pos Indonesia Menginjak Usia 101 Tahun, Ini Sejarah dan Koleksi Uniknya

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 18:20 WIB
Museum Pos Indonesia yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun namun masih terawat dengan baik.
Museum Pos Indonesia yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun namun masih terawat dengan baik.

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM Selain Museum Geologi, salah satu museum di Bandung yang wajib dikunjungi adalah Museum Pos Indonesia yang terletak di Jalan Cilaki, Bandung Wetan, Kota Bandung.

Tahun ini, Museum Pos Indonesia telah menginjak umurnya yang ke 101 tahun.

Meski sudah berdiri lebih dari satu abad lamanya, museum yang letaknya berdekatan dengan kantor Gubernur Jawa Barat ini masih kokoh dan terawat dengan baik. Dengan dominasi cat berwarna putih, museum ini memamerkan berbagai koleksi perangko, surat, hingga segala perlengkapan surat menyurat lainnya.

Mengutip Asosiasi Museum Indonesia, koleksi yang ada di museum Pos Indonesia ini terdiri dari perangko berasal dari seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 131 juta keping. Selain itu, terdapat juga 200 koleksi peralatan menyurat, seperti alat cetak perangko, kotak surat, surat-surat berharga, timbangan paket, dan lain sebagainya.

Museum ini dikelola di bawah naungan PT. Pos Indonesia Persero. Untuk semakin mengenal salah satu museum tua di Kota Bandung ini, simak sejarah dan koleksi unik yang ada di Museum Pos Indonesia.

Sejarah Museum Pos Indonesia

Bangunan Museum Pos Indonesia sudah ada sejak zaman Hindia Belanda yang sebelumnya bernama Pos Telegraph dan Telepon (PTT). Museum PTT berdiri sejak tahun 1931, hingga akhirnya Menteri Pariwisata, Achmad Tahir,  mengubah namanya menjadi Museum Pos Indonesia pada tahun 1983.

Museum Pos Indonesia dirancang oleh dua orang arsitek bernama J. Berger dan Leutdsgebouwdienst yang dimulai pada tahun 1920 dengan gaya arsitektur Italia masa Renaissance. Namun, sejak peralihan kekuasaan Belanda ke Jepang, museum ini sempat tidak terawat dan dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Hingga pada 1980, Perum Pos dan Giro mulai memperbaiki dan mengumpulkan benda koleksi museum.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Nenek Moyang PT KAI, Perusahaan Kereta Api SS di Bandung

Kamis, 30 September 2021 | 09:30 WIB

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X