Sudah 2 Abad di Kota Bandung, Toko Herbal Babah Kuya Makin Laris sejak Pandemi

- Rabu, 14 Juli 2021 | 21:50 WIB
Kondisi toko Babah Kuya yang terletak di kawasan Pasar Baru Kota Bandung. Terlihat beberapa pegawai sedang memilah dan merapikan bahan-bahan herbal yang ada di toko.
Kondisi toko Babah Kuya yang terletak di kawasan Pasar Baru Kota Bandung. Terlihat beberapa pegawai sedang memilah dan merapikan bahan-bahan herbal yang ada di toko.

ANDIR, AYOBANDUNG.COM Indonesia yang memiliki tanah subur sudah sejak dulu terkenal dengan kepemilikan rempah dan herbal yang tumbuh subur di atas tanahnya. Hal ini membuat masyarakat terbiasa dan memiliki kepercayaan untuk mengonsumsi ramuan herbal tradisional saat sakit, maupun untuk dikonsumsi sehari-hari.

Masyarakat Bandung Raya juga tidak terlepas dari kepercayaan akan obat herbal ini. Toko-toko yang menyediakan obat herbal atau jamu tradisional, seperti toko Babah Kuya, selalu ramai didatangi pembeli.

Banyak masyarakat yang percaya, khasiat obat herbal lebih aman ketimbang obat dengan bahan kimia seperti biasanya. Hal ini menjadi salah satu alasan toko herbal Babah Kuya masih sibuk melayani para pembeli meski sudah lebih dari dua abad berdiri.

Sejak pandemi, makin banyak masyarakat mulai kembali mengonsumsi ramuan jamu herbal, khususnya untuk menjaga kesehatan tubuh. Kondisi itu seperti disampaikan oleh Hendra, pemilik toko herbal Babah Kuya juga merupakan generasi penerus kelima, mengaku penjualan obat herbal saat pandemi mengalami kenaikan.

“Lumayan ada kenaikan. Sekarang berhubung kena kendala (penutupan) jalan, jadi agak menurun sedikit,” terang Hendra saat ditemui di toko Babah Kuya di Jalan Pasar Barat, Andir, Kota Bandung, pada Rabu, 14 Juli 2021 yang masih mempertahankan gaya tradisional pada tokonya.

Saat memasuki toko, pengunjung akan disambut oleh bau rempah yang khas. Sejauh mata memandang ke dalam toko, terlihat berbagai macam tumpukan obat herbal kering yang masih berwujud utuh hingga yang sudah halus dan siap konsumsi. Menurut Hendra, obat herbal yang mulai dicari oleh para pembeli di tokonya adalah sambiloto.

Meski ramai pembeli, Hendra mengaku tidak kehabisan stok bahan herbal. Ia memasok bahan herbal dari seluruh Indonesia, tidak terkecuali dari negara asing seperti Cina. Meski begitu, Hendra mengaku lebih menyukai bahan herbal asli Indonesia, karena selain harganya yang terjangkau, khasiatnya pun tidak perlu diragukan.

“Lebih manjuran (herbal) dari Indonesia, harganya relatif murah, barangnya berlimpah, khasiatnya bagus lagi," terang Hendra.

Salah satu pembeli yang juga langganan toko Babah Kuya, Hendry, mengaku selalu datang untuk mencari obat herbal karena di sini memiliki persediaan obat herbal yang lengkap. Sebelumnya, ia datang ke toko untuk mencari akar bajakah, salah satu obat herbal yang berkhasiat untuk pencegahan kanker.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB

4 Tugu Sister City yang Ikonik di Kota Bandung

Rabu, 14 Juli 2021 | 18:30 WIB
X